Dukungan tersebut harus diberikan karena pasangan Rindu akan membuat Perda Pesantren.
"Dengan adanya Perda ini, pesantren akan diperhatikn secara rutin, dan guru ngaji disejahterakan," kata Juhadi di acara silahturahmi calon gubernur Jabar Ridwan Kamil dengan keluarga besar PCNU Indramayu, Jumat (23/2).
Dia sebenarnya kecewa berat karena ada putra daerah Indramayu tidak jadi digandeng. Tapi kepercayaan itu datang lagi karena hadirnya Kang Emil.
"Kita siap berjuang untuk memenangkan Rindu," jelas Juhadi.
Data warga Nahdliyyin di Indramayu sekitar 700 ribuan. Mereka berasal dari anggota majelis taklim, santri, dan ulama di berbagai pesantren.
Dalam kesempatan itu, warga bertanya ke Kang Emil. juga salah seorang peserta Hasbullah bertanya soal bagaimana Kang Emil dapat menata Indramayu lebih baik lagi. Peserta lainnya, Usman curhat mengenai janji calon kepala daerah yang akan menggratiskan sekolah tingkat SLTA.
"Sampai sekarang, janji itu tak ditepati," ujarnya.
Menanggapi hal itu, Kang Emil menerangkan, sebelumnya dia sempat perjuangkan putra Indramayu, tapi takdir menyatakan pilihan lain.
"Sekarang yang terpenting adalah bagaimana membuat masyarakat lebih maju melalui proses memilih umaro (pemimpin)," kata Kang Emil dihadapan 500- an warga nahdliyyin dan para tokoh NU di Indramayu.
Kang Emil menjelaskan bahwa caranya memimpin adalah dengan denger masyarakat mau apa? "Dengan Perda Pesantren, maka pesantren diperbaiki, kyainya nggak usah lagi masukin proposal, santri nggak lagi tidur di kobong sampai kakinya digigit tikus," ujarnya.
Terkait permintaan sekolah tingkat SLTA gratis, Kang Emil mengatakan bahwa dia akan cek dulu. Soal menata kota, dalam dua tahun pertama dia akan membangun ekonomi melalui pariwisata.
"Makanya saya datang ke Indramayu, potensi wisata apa yang bisa dikembangkan disini," ujarnya.
Agenda blusukan Kang Emil hari ini mulai dari bersilahturami dengan petani, PCNU dan sore harinya dia meresmikan rumah RINDU di Desa Kepandean, Kecamatan Kepandean, Indramayu.
[nes]