Hingga pukul 14.30 WIB terdapat lima korban meninggal dunia, 15 orang hilang yang diduga tertimbun longsor dan 14 orang selamat dalam kondisi luka-luka. Korban meninggal atas nama Karsini, Sapto, Wati, Radam, dan Kiswan.
Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, PMI, Tagana, relawan, dan masyarakat terlibat langsung dalam evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban.
Menurut Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Tim SAR kesulitan mencari korban karena tanah masih bergerak, material longsor gembur, tebal dan cukup luas.
"Alat berat belum dapat digunakan untuk mencari korban. Cuaca mendung berpotensi hujan juga dapat menyulitkan pencarian korban. Prinsip safety first dijadikan pedoman tim SAR gabungan dalam pencarian korban," jelasnya kepada wartawan.
Sutopo mengatakan, BPBD Kabupaten Brebes sedang mengajukan penetapan status tanggap darurat bencana longsor kepada bupati. Rencana masa tanggap darurat selama 14 hari mulai hari ini hingga 7 Maret. Status tanggap darurat diperlukan untuk kemudahan akses penanganan darurat longsor.
Pendataan masih dilakukan. Saat masa darurat seperti saat ini data akan selalu bergerak. Korban hilang didasarkan pada laporan warga sekitar.
"Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati lokasi longsor karena berbahaya adanya longsor susulan. Apalagi jika terjadi hujan, material longsor yang labil akan mudah terjadi longsor susulan, demikian Sutopo.
[wah]
BERITA TERKAIT: