Semoga Bumi Cenderawasih Lekas Damai Kembali Tanpa Perpecahan

Warganet Ingatkan Pejabat & Elite Politik Urus Konflik Papua

Selasa, 20 Februari 2018, 11:26 WIB
Semoga Bumi Cenderawasih Lekas Damai Kembali Tanpa Perpecahan
Foto/Net
rmol news logo Perang antar suku yang terjadi di Timika, Papua membawa keprihatinan warga dunia maya. Para elite politik dan pejabat harusnya cari jalan keluar untuk mengatasi masalah tersebut.

Perang suku antara kelompok bawah dan kelompok tengah di Timika, Papua pecah pada hari Sabtu (17/2). Korban tewas dari kedua kelompok sebanyak lima orang.

Perang antar kedua kelompok berasal di daerah Kwamki Narama. Salah satu kelompok tidak terima atas pembunuhan keluarganya pada Desember lalu dan ingin adanya penyelesaian secara adat. Pemda dinilai belum memberikan solusi dari pembunuhan yang terjadi, sehingga aksi balas dendam terjadi.

Sudah sejak dari Desember dilakukan beberapa mediasi dengan membuka dialog dari kedua kelompok, namun belum ada hasil. Kapospol Kwamki Narama, Iptu Harri Kattang, mengatakan ingin adanya sikap pemerintah bertindak dalam melihat konflik yang terjadi.

"Menginginkan keterlibatan pemerintah di dalam hal pemulihan dalam konflik ini agar supaya sama-sama dengan kami mencari solusi," ujarnya.

Perang antar suku di Papua ini membawa keprihatinan warga dunia maya. "Aduuihh... Jangan sampai perang begitu dong... Coba dibawa dalam komunikasi semua bisa selesai... Pake hati jangan emosi," kata akun @RismaDamayanti.

"Sampai kapan Papua begini? Astagfirullah.. perang suku pecah di Timika," cuit akun @KongSultan. "Kenapa aparat seperti tidak serius menangani?" kritik akun @KartikaLangit.

"Saat bangsa lain sudah sampai bulan... Kok bangsa ini masih berkutat dengan perang suku... Indonesia oh Indonesia..." cuit akun @IptuWijayaAlmarhum

Akun @OoDdish ikut menyindir elite politik tingkat nasional yang lebih sibuk ngurusin masalah Gubernur DKI Jakarta yang tidak diundang naik podium. "Ya elah masalah begini aja di gede-gedein. Tuh di Timika Papua lagi ada perang antar suku, ketimbang cuma mempermasalah­kan 1 orang," sindirnya.

"Semoga aja bumi papua segera aman dan damai kembali tanpa ada peerpecahan dan pertikaian,"  tulis akun @cicilala.

"Semoga polisi dan aparat disana yang sedang jaga selalu diberi kesalamatan karena mereka sedang bertugas menjaga negeri ini, dan semoga konflik di papua juga cepet terselesaikan," harap akun @ MeilanaLukman.

"Bro... Brothersku... Kalo kita berkelahi terus, banyak yang senang. Kita harus senantiasa rukun bro... buat negara kita," sahut akun @dannyaja.

"Kalo saya usul bisa kah antara se­bangsa dan sedaerah itu tanpa ada ber perangan lgi bagaimana menurut ya di terima apa tidak nya," minta akun @ RianAhmadLagi12.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bambang Soesatyo, mengungkap­kan bahwa peperangan yang terjadi dari kedua kelompok yang bertikai akibat tidak sesuainya ganti rugi yang diberikan oleh Pemerintah Daerah (Pemda). Ketua DPR mengajak Komisi II, pemerintah pusat dan daerah untuk mencari solusi.

"Meminta Komisi II, Pemerintah Pusat dan Pemda mencari solusi penyelesaian konflik agar perang tidak terulang dan program Pemerintah dalam mencerdas­kan kehidupan bangsa dapat terwujud, melalui proses belajar mengajar di Timika, Papua,"  ujarnya.

Politisi asal partai Golkar tersebut juga meminta kepada komisi I dan III yang membidangi Polri dan TNI untuk melaku­kan koordinasi untuk kondisi di Timika. Pria yang akrab disapa Bamsoet tersebut juga meminta Polri dan TNI untuk men­jaga stabilitas keamanan daerah konflik.

"Meminta Komisi III dan Komisi I DPR mendorong Kepolisian dan TNI untuk menjaga stabilitas keamanan di daerah Timika, Papua,"  sambung Bamsoet.

"Mamayo paceeee..katong semua baso­dara pace.." tutur akun @XiWienJuGan.

"Perang kayak gini harus cepat di sele­saikan," ujar akun @EnduAnwarEndu.

Pendekatan persuasif sebelumnya su­dah dilakukan oleh Wakapolres Mimika Kompol Arnolis Korwa kepada tokoh-tokoh adat untuk menghentikan perang pada November tahun lalu. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA