Menurut Menteri Sosial Idrus Marham, timnya saat ini masih berada di Asmat dan akan tetap di sana sampai wabah campak dan gizi buruk yang terjadi dapat diatasi.
"Jadi tim masih di sana. Ya permanen kita tetap di sana," ujarnya dalam diskusi 'Memajukan Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat Papua' di Kantor Kementerian Kominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (29/1).
Data yang dikumpulkan hingga 24 Januari, wabah gizi buruk telah mengakibatkan 65 orang meninggal dunia, empat anak meninggal dunia karena campak dan satu anak meninggal karena tetanus.
Idrus memastikan bahwa tim Kemensos akan terus membantu warga di Asmat sampai pada tahap pengembangan penanganan KLB.
"Kelanjutannya saat perawatan, pembinaan dan pengembangan saya kira kehadiran Kementerian Sosial di sana, itu wajib hukumnya," tegasnya.
[wah]
BERITA TERKAIT: