Ketua PBNU Robikin Emhas mengapresiasi langkah cepat Polri yang menangkap pelaku penganiayaan. Namun pihaknya meminta agar aparat hukum bisa mengungkap motif dari pelaku.
Menurut Robikin, sebagaimana kronologi peristiwa yang tersebar luas di berbagai media, saat melakukan penganiayaan, pelaku mengungkapkan kata-kata yang mengindikasikan adanya klaim kebenaran tunggal dalam memahami agama yang sekaligus menyiratkan watak permusuhan kepada pihak lain. Hal itu, sambung Robikin, merupakan suatu sikap eksklusif khas ajaran tertentu yang jauh dari nilai agama itu sendiri.
"Kami berharap Polri mengusut secara mendalam dan segera mengungkap tuntas motif penganiayaan tersebut," ujar Ketua PBNU Robikin Emhas dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Minggu, (28/1).
Robikin juga mengimbau warga NU tidak terpancing dan berpikir menyelesaikan kekerasan dengan kekerasan atau main hakim sendiri. Sikap seperti itu, lanjut Robikin adalah sikap yang tidak sesuai kaidah moral sebagaimana ajaran NU dan jauh dari nilai peradaban.
Ia pun mengajak semua pihak untuk terus mengembangkan Islam moderat dan toleran yang telah terbukti mampu menjaga harmoni kehidupan sosial dalam wadah NKRI.
"Mari kita percayakan pengungkapan dan penanganan perkara ini kepada Polri sesuai mekanisme hukum yang berlaku," pungkasnya.
[nes]