Menurutnya pembangunan IPLT amat penting untuk menuju target 100-0-100 (100 persen sanitasi, 0 persen kawasan kumuh, dan 100 persen akses air minum) yang ditetapkan.
"Menurut data Pemerintah saat ini, capaian sanitasi di Indonesia tahun 2017 baru mencapai 76,37 persen. Sedangkan akses air minum baru 72,04 persen," ujar Parlindungan disela acara. Minggu (28/1).
Jumat pekan kemarin, Parlindungan ikut mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani meresmikan IPLT Kota Medan dan Sistem Penyediaan Air Minum Skala Ibu Kota Kecamatan (IKK) Kabupaten Serdang Bedagai, Launching Layanan Sambungan Rumah Air Minum Online, dan Soft Launching Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) di Kota Medan, Sumatera Utara.
Kata Parlindungan, kehadiran tempat penampungan dan pengolah limbah di Medan amat penting dalam upaya penyelamatan lingkungan (sanitasi). Untuk Kota Medan, dengan asumsi penduduk sekitar 2,5 juta jiwa dan estimasi perjiwa membuang tinja sekitar 0,5 kilogram perhari, berarti ada 1.250 ton tinja yang dihasilkan dalam sehari. Tanpa ada pengolahan, hal tersebut tentu akan menjadi masalah di kemudian hari.
"Tentunya ini harus disikapi, salah satunya dengan pembangunan tempat penampungan dan pengolahan limbah tinja. Ini membutuhkan kerja sama lintas sektor agar tinja itu selanjutnya dapat diolah menjadi aman dan diusahakan menjadi sumber energi ke depannya seperti briket maupun pupuk yang ada baku mutunya," jelas Parlindungan.
Parlindungan juga mengingatkan Pemerintah untuk terus mengedukasi masyarakat. Demikian juga untuk masyarakat Kota Medan. Masyarakat harus dipahamkan bahwa limbah padat seperti tinja ini harus dimanage dan diolah dengan baik.
"Untuk menjaga lingkungan dan menuntaskan program 100-0-100, peran masyarakat dan seluruh stakeholder sangat diperlukan," tambahnya.
Di acara itu, hadir juga Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, dan Anggota DPR Sofyan Tan.
Tengku mengapresiasi hadirnya IPLT Medan. Dia pun berharap ada penambahan. Menurutnya, minimal ada empat lagi IPLT sejenis di Sumatera Utara disamping pengolahan limbah perpipaan yang sudah ada selama ini.
[nes]