Dukungan berupa bahan bakar minyak (BBM) yang dapat difungsikan sebagai cadangan saat sedang bertugas dan berada di lokasi yang jauh dari lembaga penyalur.
"Pertamina membantu cadangan BBM untuk kapal agar tugas relawan dapat dilaksanakan dengan baik dan tidak kehabisan BBM di tengah jalan atau bisa pulang pergi," jelas Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VIII Maluku Papua Eko Kristiawan kepada wartawan, Jumat (26/1).
Bantuan 15 drum BBM jenis Premium sebanyak 3.000 liter diserahkan di Distrik Agats dan diterima Seksi Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Asmat sebagai perwakilan posko penanggulangan bencana, Kamis kemarin (25/1). Selanjutnya, BBM didistribusikan kepada kapal-kapal relawan yang bertugas.
Eko menambahkan, pihaknya berupaya menjaga ketahanan stok BBM di Kabupaten Asmat sebagai bentuk dukungan atas penanggulangan KLB gizi buruk dan wabah campak.
Di Kabupaten Asmat terdapat delapan lembaga penyalur yang terdiri dari tujuh SPBU Kompak dan satu SPBU khusus nelayan dengan harga jual Premium Rp 6450 dan Solar Rp 5150 sesuai peraturan presiden.
Pertamina akan terus berkoodinasi dan bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan distribusi BBM di Asmat dan wilayah lainnya berjalan lancar.
"Kami usahakan yang terbaik untuk menjaga ketahanan stok BBM di seluruh lembaga penyalur," demikian Eko.
[wah]
BERITA TERKAIT: