Facebook Jangan Jadi Sarana Penodaan Agama

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 12 Januari 2018, 16:38 WIB
rmol news logo Ratusan orang dari berbagai Ormas Islam menggelar unjuk rasa di depan Kantor Facebook Indonesia di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (12/1).

Mereka menuntut Facebook Indonesia atas banyaknya akun ormas Islam, ulama dan aktivis muslim diblokir oleh jejaring sosial asal Amerika Serikat tersebut.

"Kami datang dalam rangka untuk meminta keadilan dari perwakilan FB di Indonesia. Di mana akun-akun dari para ormas Islam, ulama dan aktivis Islam di dalamnya untuk menegakkan dakwah sosial di tutup," kata pengurus pusat Front Pembela Islam (FPI) KH. Awit Masyhuri

Pihaknya menyayangkan bahwa akun-akun Facebook yang justru melakukan penghinaan terhadap umat Islam seperti milik Ade Armando sejauh ini belum ditutup.

"Yang menghina dibiarkan, itu zalim tidak," ujar Awit.

Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif menambahkan, pihaknya menuntut agar Facebook berlaku adil dan tidak berlaku zalim. Akun yang menebar kebencian tidak diblokir sedangkan akun yang tidak menebar kebencian malah diblokir.

"Kita ini menebar kebaikan. Pemblokiran ini memutus komunikasi dengan umat. Kita tidak ingin bahwa Facebook jadi sarana penyediaan penodaan agama. Kita ingin mengingatkan untuk Facebook Indonesia bersikap netral, adil. Jangan sampai konten-konten menghina ulama dan kebencian Islam dibiarkan," tegas Slamet. [wah]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA