Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meminta agar perizinan pembanÂgunan TOD bisa dipermudah, sehingga proyek tersebut bisa cepat terealisasi. Dia juga sudah pernah membahas perizinan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, tapi belum juga ada kepastian.
"Sudah, kita kemarin juga sudah ngomong memang ada banyak hal detail. Kita ingin proses perizinanya bisa cepat, jangan terlalu lama. Kalau bisa ya diperpendek," tutur Rini di kantor Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, kemarin.
Rini yang menyambangi Balai Kota dengan berjalan kaki, diteÂmani beberapa staf. Dia sempat rapat tertutup dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dalam rapat tersebut, masalah perizinan juga dibahas.
"Kami di BUMN ingin pengembangan TOD di Jakarta dapat dilakukan selaras dengan program DKI yang juga ingin mengembangkan transportasi massal," jelas Rini.
Salah satu kawasan yang akan dibangun TOD oleh pemerÂintah pusat adalah di Stasiun Tanah Abang. Apalagi aktivitas masyarakat di sana sangat padat. Rini ingin, perizinan pembanguÂnan TOD cepat kela. Pasalnya, pembangunan ini juga permintÂaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menata kawasan Tanah Abang.
"Saya ini membangunnya buat para konsumen kereta api mauÂpun masyarakat. Bagaimana bisa dikombinasikan antara transporÂtasi kereta api dengan transportasi lain dengan akitivitas ekonomi di sana. Jadi kita coba sehingga semua bisa dapat manfaat yang positif," tegas Rini.
Rini mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah memperÂcepat pembangunan proyek LRT (
Light Rail Transit) yang beroperasi dikawasan DKI. LRT dibuat 7 koridor yang nantinya akan terhubung dengan TOD.
"Kita sekarang sedang memÂbangun LRT. Tujuannya, selaras dengan program kerja dengan DKI, terutama RT RW (Rencana Tata Ruang Wilayah)," ujarnya.
Rini memang kelihatan ngebut untuk urusan TOD supaya komuÂnikasinya lancar. Menurutnya, apartemen dengan konsep TOD yang akan dibangun harus mengÂutamakan segmentasi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kata Rini, alokasinya sebesar 35 persen dari total hunian yang tersedia untuk MBR.
"Semua TOD akan dibangun 35 persen dari area hunian dipersiapÂkan untuk MBR. Tadi kami usulÂkan bahwa kalau perlu BUMN dan BUMD buat perusahaan, supaya nanti jual beli dilakukan dalam joint venture sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat berÂpenghasilan rendah," ujar Rini.
Tata Kampung KumuhSelain itu, Kementerian BUMN bersama Pemprov DKI Jakarta akan menata dan memÂbangun kampung-kampung kuÂmuh di Jakarta. Sehingga, konÂdisi masyarakat Indonesia bisa terangkat kesejahteraannya.
"Bagaimana bisa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat DKI yang masih dalam keadaan sulit. Lewat CSR, kami juga bantu menata sebanyak 220 kampung kamÂpung kumuh sehingga tidak lagi daerah kumuh," katanya.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku sepakat untuk bekerja sama di berbagai bidang, mulai pembangunan inÂfrastruktur hingga pembangunan sosial.
Anies mengatakan, banyak agenda strategis pembangunan di ibu kota yang dibahas bersaÂma Rini. Menurutnya, Pemprov DKI memiliki peran untuk menÂjadi regulator. Sekaligus pelakÂsana dalam proses pembangunan di Jakarta. Pembicaraan dengan Rini menyentuh beberapa hal yang menjadi perhatian PemÂprov DKI.
"Pertama, keinginan untuk memastikan rencana pembanÂgunan TOD di Jakarta bisa berÂjalan dengan cepat dan tuntas. Jadi tadi kita bahas TOD," kata Anies.
Pemprov DKI dan KemenÂterian BUMN juga bersepakat kerja sama dalam membenahi kampung kumuh miskin di JaÂkarta. Anies menilai, ketimpanÂgan yang besar di ibu kota harus segera dibereskan. Ia berharap, kerja sama dengan Kementerian BUMM bisa mengurangi jurang antara kaya dan miskin.
"Nah kita berharap akan ada program-program yang bisa meÂnangani persoalan ketimpangan. Juga kemiskinan, khususnya di dalam penataan kampung-kamÂpung miskin. Menunya banyak sekali di situ," ujar dia.
Untuk diketahui, belakangan ini tren hunian berbasis TOD seÂdang gencar dibangun. KemudaÂhan akses terhadap infrastruktur dan transportasi publik menjadi daya tariknya. TOD adalah kaÂwasan terintegrasi dengan sistem transportasi massal. Yaitu, bus rapid transit (BRT) atau bus trans,
mass rapid transit (MRT), LRT serta beberapa fasilitas yang menunjang para pejalan kaki dan sepeda. Kehadiran TOD juga memberikan berbagai fungsi dalam pengembangan kawasan permukiman.
Di dalamnya sudah tersedia beragam fungsi dan tata ruang campuran. Seperti pusat bisnis, fasilitas umum, perkantoran, dan fasilitas penunjang yang terhubung dengan sistem transÂportasi umum.
Dengan adanya konsep ini, diyakini bisa memudahkan para penghuninya melakukan akÂtivitas dalam satu kawasan tanpa harus pergi ke kawasan lain. Konsep ini juga bisa mengurangi mobilitas dan menekan pengguÂnaan kendaraan pribadi sehingga mengurangi kemacetan. ***
BERITA TERKAIT: