Tunadaksa yang telah mengharumkan nama bangsa dan negara di dunia internasional itu, beberapa hari lalu terpaksa melepas semua perangkat permainan Flying Fox yang selama ini digemari para pengunjung remaja ketika datang ke objek wisata Taman Satwa Taru.
Dalam surat edaran pertanggal 27 Desember 2017 itu, Sabar Gorky diberi batas waktu hingga tanggal 7 Januari untuk menyingkirkan material Flying Fox karena Taman Satwa Taru berubah menjadi Taman Pelangi Jurug yang saat ini berisi ratusan lampion dan penampilan hingar-bingar musik.
"Namanya juga Sabar Gorky, jadi ya harus sabar," ujar Sabar beberapa saat yang lalu (Minggu, 7/1).
Mendengar wahana Flying Fox milik Sabar Gorky tidak boleh beroperasi lagi, berbagai simpati berdatangan untuk dirinya yang pernah menerima penghargaan dari Presiden Jokowi sebagai salah satu Ikon Prestasi Indonesia dan rekor MURI.
"Mbah Sabar cuma hilang flying fox mah kecil. Hilang kaki saja tetap jadi orang hebat," ujar Pemimpin Umum
Reportasenews.com, Erwin Hadi memberi semangat.
"Selalu ada rezeki pengganti, Mas Sabar," kata Suryo Utomo yang pernah mendampingi Sabar Gorky mendaki Carstenz Pyramid pada awal Oktober 2017 lalu.
Sabar Gorky yang selama ini berjuang untuk menghapus stigma negatif bagi kaum difabel, selalu berupaya membuktikan ketangguhan dan kemandiriannya dalam berusaha dengan berbagai pekerjaan dan usaha agar mendapatkan rejeki secara halal tanpa harus mengemis dan menjual diri karena kecacatannya.
Sabar Gorky sendiri telah membuktikan ketangguhannya, meski hanya satu kaki namun dia telah berhasil menaklukan empat puncak gunung tertinggi di dunia yakni Elbrus di Rusia, Kilimanjaro di Afrika, Acouncagua di Argentina, dan Carstensz Pyramid di Papua.
Selain itu Sabar Gorky juga pernah meraih medali emas dalam kejuaraan panjat dinding Asia di Korea dan juara ke empat dunia dalam ajang panjat dinding di Prancis.
[wid]