Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat menjelaskan, dengan adanya nota kesepahaman tersebut maka kepolisian secara tidak langsung telah menjamin keamanan pelaksanaan pilkada, utamanya yang berlangsung di Jabar.
"Dengan adanya gelar pasukan ini saya berterima kasih kepada Kapolda Jabar karena sudah berupaya merencanakan proses pengamanan Pilgub Jabar yang terbesar di Indonesia. Kelasnya juga kelas dunia, bisa lebih berat dibandingkan Pemilu Kanada, Pemilu Australia pemilihnya jauh lebih banyak," kata Yayat seperti diberitakan
RMOLJabar.com.
Menurutnya, ada tiga poin penting dengan adanya jaminan keamanan tersebut. Pertama, kepolisian memberikan jaminan kepada KPU dan Bawaslu untuk bisa bekerja dengan baik dan profesional.
Kedua, mengisyaratkan bahwa Polda Jawa Barat memberikan jaminan keamanan kenyamanan kepada peserta pemilu dalam proses kampanye dan perebutan suara rakyat.
"Jadi dijamin tidak akan ada bentrok intimidasi dan hal-hal kampanye yang destruktif yang akan membelah kesatuan dan persatuan masyarakat Jawa barat," jelas Yayat.
Ketiga, isyarat Kapolda memberikan jaminan kepada masyarakat sebagai pemilih menyampaikan hak politiknya.
"Dengan adanya jaminan ini Pilgub Jabar sebagai wahana wisata politik seperti yang sudah dicanangkan akan tercapai," demikian Yayat.
[sam]
BERITA TERKAIT: