"Tengku Erry figur paling layak memimpin Sumut dengan dukungan sebesar 37,54%, disusul Edy Rahmayadi (32,45%), Gus Irawan Pasaribu (10,21%). Sedangkan Djarot hanya memperoleh dukungan 9,10%," kata Direktur SPIN Igor Dirgantara, Kamis (4/1).
Survei melibatkan 1.262 responden dengan menggunakan teknik multistage random sampling. Ketika responden ditanya siapakah calon gubernur yang paling disukai, kata Igor, Tengku Erry Nuradi juga unggul. Ia memperoleh dukungan 44,70%, Edy Rahmayadi di peringkat kedua, dan Gus Irawan Pasaribu di posisi ketiga diikuti Dedy Rahmawati (19,34%) dan Gus Irawan Pasaribu (9,23%).
Jika Pilgub Sumut dilaksanakan hari ini (Kamis, 4/1), beber Igor, Tengku Erry keluar menjadi pemenang. Sebanyak 23,89% responden memilihnya. Di posisi kedua Edy Rahmayadi dengan dipilih 20,45% responden, disusul Ngogesa Sitepu dengan 8,26%, Djarot Saiful 6,21%,dan Gus Irawan Pasaribu 4,21%.
"Yang belum memutuskan atau undecided voters sebesar 25,68%," jelasnya.
Berdasarkan survei ini diketahui, Tengku Erry Nuradi dan Edy Rahmayadi sebagai kandidat yang akan bersaing ketat dalam Pilkada Sumut 2018. Hanya saja, Tengku Erry unggul di pemilih perempuan, yakni sebesar 23,3%, sedangkan Edy Rahmayadi unggul di pemilih laki-laki dengan dukungan 24,2%.
"Persaingan keduanya terlihat dalam berbagai simulasi yang dilakukan, mulai dari 10 kandidat hingga empat kandidat. Intinya, jika Pilkada Sumut diikuti empat calon gubernur, maka Tengku Erry pemenangnya. Namun jika ada lima calon atau lebih, maka kompetisi akan berlangsung ketat antara Edy Rahmayadi dan Tengku Erry Nuradi sebagai petahana," jelasnya.
Dalam survei ini juga tergambar calon wakil gubernur Sumut pilihan. Dari sejumlah nama yang masuk bursa, Gus Irawan Pasaribu berada di posisi terkuat.
"Gus Irawan Pasaribu mendapat dukungan sebesar 25,25% disusul Ngogesa Sitepu 19,21%, JR Saragih 14,23%, dan Maruarar Sirait 8,97%. Sementara yang belum memutuskan sebesar 23,56%," demikian Tigor.
[dem]
BERITA TERKAIT: