Bahkan Khofifah Indar Parawansa menekankan kedewasaan keluarga besar NU dalam berpolitik sudah teruji sejak Orde Lama.
"Ketika fungsi partai berjalan dari tahun 73. Kemudian NU di tahun 84, akhirnya kemudian ada proses reformasi dimana Gus Dur (Abdurahman Wahid) mendirikan PKB (Partai Kebangkitan Bangsa)," kata Khofifah saat ditemui usai menerima SK pencalonan dari Partai Nasdem di Gedung DPP Partai Nasdem, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (2/1).
Kedewasaan politik keluarga besar NU, kata dia, tak perlu diragukan lagi. Bukti lainnya, warga NU tersebar di hampir semua partai, baik itu di NasDem, Demokrat, Golkar, PDIP, PPP, dan lain-lain.
Diversifikasi politik yang selama ini dibangun, menurut Khofifah, membuat kedewasaan politik warga NU makin mumpuni.
"Gus Dur juga selalu mengajarkan untuk neopolitik kebangsaan. Harus dibangun di sektor partai, non partai dan semua. Sehingga pimpinan partai tidak akan berpikir simpatisan. Toh berpikir berkomitmen itu lebih baik," tegasnya.
Dipertegas soal strategi yang dijalankan untuk mengalahkan Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, Khofifah yang saat ini menjabat menteri sosial enggan merinci. Dia memastikan dirinya maju di Pilgub Jatim atas dukungan para kiai untuk memperbaiki ekonomi masyarakat di provinsi paling ujung timur pulau Jawa itu.
"Dorongan dari para kiai yang memberikan pemikiran-pemikiran, rekomendasi untuk sebaiknya saya mengikuti proses Pilgub Jatim," klaim Khofifah.
[dem]
BERITA TERKAIT: