Produksi Padi Di Kulon Progo Capai Puluhan Ribu Ton

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/darmansyah-1'>DARMANSYAH</a>
LAPORAN: DARMANSYAH
  • Sabtu, 16 Desember 2017, 16:20 WIB
Produksi Padi Di Kulon Progo Capai Puluhan Ribu Ton
Foto: Istimewa
rmol news logo Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kulon Progo Bambang Tri Budi mengatakan, produksi padi di wilayah Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di tahun 2017 ini mencapai sekitar 24.000-32.000 ton.

"Jumlah tersebut mampu menyediakan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sehingga pasokan beras cukup sekaligus harga beras stabil," kata Bambang di Yogyakarta, Sabtu (16/12).

Dia menjelaskan, padi yang ditanam bulan September 2017 yang lalu menghasilkan panen pada Desember 2017 ini seluas kurang lebih 4.000 hektar. Dengan produktivitas sekitar 6-8 ton per hektar. Sehingga diperoleh hasil kurang lebih 24.000-32.000 ton Gabah Kering Giling (GKG) setara 16.000-20.800 ton beras.

“Kebutuhan di daerah kami dengan jumlah penduduk kurang lebih 470.000 jiwa dengan konsumsi 79, 2 kg/kap/tahun. Maka dibutuhkan beras sekitar 3.500 ton per bulan. Artinya kebutuhan beras tercukupi malah terjadi surplus sebanyak sekitar 12.000 - 16.000 ton,” jelasnya

Bambang menuturkan, terjaminnya produksi padi Kabupaten Kulon Progo ini disebabkan karena Pemerintah Pusat dan Daerah benar-benar untuk terus menjamin bahkan meningkatkan produksi padi. Misalnya, untuk mengantisipasi dampak paceklik, pemerintah telah menyalurkan bantuan cukup banyak ke petani. Seperti pompa air, traktor dan benih berkualias, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, embung dan lainnya.

“Pendampingan dan terjun ke lapangan pun masih dilakukan untuk memantau perkembangan tanaman. Jadi proses produksi berjalan lancar,” ujarnya.

Di tempat terpisah, petani Dusun Sibuk Kidul, Margoluwih, Kecamatan Seyegan,  Sleman, Martono mengatakan, musim ini hasil produksi walau kena hujan masih bagus. Padinya varietas cimalaya menghasilkan 7-8 ton per hektar dan ciherang 6-7 ton per hektar dengan harga gabah basah Rp 4.500-4.600 per kg.

Perlu diketahui, berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan), luas tanam padi secara nasional pada Juli-September 2017 mencapai 1,0-1,1 juta  hektar per bulan. Ini berarti naik dua kali lipat dari tahun sebelum ada program Upsus hanya 500 ribu hektar per bulan.

Total panen padi di bulan Desember 2017 ini seluas 1,1 juta hektar dengan hasil mencapai 6 juta ton GKG atau 3 juta ton beras. Produksi ini mampu memenuhi kebutuhan konsumsi beras nasional 2,6 juta ton dan berarti surplus 0,4 juta ton.

Peningkatan luas tanam musim kering Juli-September naik dua kali lipat merupakan solusi permanen dari dampak Program Upsus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah menyelesaikan rehabilitasi jaringan irigasi tersier 3,4 juta hektar atau 113%, pembangunan 2.278 unit embung/dam parit/ long storage, perluasan dan optimasi lahan 1,08 juta hektar, pengembangan lahan rawa 367 ribu hektar, mekanisasi dengan bantuan alsintan traktor, pompa, rice transplanter, combine harvester 284.436 unit naik 2.175 persen dari tahun 2014.

Kemudian, bantuan benih 12,1 juta  hektar, pupuk bersubsidi 27,64 juta ton serta asuransi usahatani padi 1,2 juta hektar. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA