Hasilnya, sebagian besar pengguna jasa kendaraan umum terlantar. Sebagian besar merupakan pelajar yang hendak pergi ke sekolah dan masyarakat yang akan bekerja.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Kepala Seksi Manajemen Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bandung menjelaskan bahwa pihaknya telah mengoperasikan bus tambahan, truk dari satpol PP Kota Bandung, mobil dinas yang langsung disupiri oleh anggota Dishub, hingga mobil bantuan dari pihak kepolisian yang bersama-sama mengantarkan para penumpang ke tempat tujuan.
Beruntung, ada juga pihak relawan yang mau menggunakan kendaraan pribadi untuk ikut mengangkut warga yang terlantar di jalan.
"Saya sangat senang dengan aksi gotong-royong semua pihak yang bersama memberikan pelayanan dan tumpangan kepada masyarakat yang merasakan dampak dari mogoknya supir angkot, semoga besok tidak ada lagi aksi mogok seperti ini," katanya seperti diberitakan RMOLJabar, Rabu (11/10).
Khairur mengklaim sosialisasi dan imbauan yang dilakukan pihaknya untuk mengantisipasi aksi mogok supir angkot tersebut berhasil.
Hal itu menggugah banyak masyarakat Bandung yang peduli dengan sesama dengan mengajukan diri untuk menjadi volunteer untuk memberikan tumpangan kepada masyarakat Kota Bandung yang menggunakan angkot.
"Kami dari Dinas Perhubungan Kota Bandung sebelumnya sudah melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat Kota Bandung melalui media sosial. Dan hebatnya, banyak masyarakat Kota Bandung yang menawarkan diri untuk memberikan tumpangan kepada sesama masyarakat yang kebingungan karena terjadinya mogok supir angkot tersebut," tuturnya.
Khairur mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah membantu. Terutama kepada jajaran SKPD, jajaran kewilayahan seperti camat Dan lurah, kepada TNI, Kepolisian Dan kepada masyarakat Kota Bandung yang bergotong-royong yang memberikan pelayanan dan tumpangan kepada para penumpang angkot.
[ian]
BERITA TERKAIT: