Hal tersebut disampaikan Purbaya saat menanggapi proyeksi pasar modal nasional ke depan. Menurutnya, penguatan IHSG seharusnya bisa lebih cepat jika ditopang kebijakan yang selaras dan kondisi ekonomi yang terus membaik.
“10.000 (IHSG) tahun depan (2026)? Oh lebih lah. Lebih kalau tahun depan (2026) ya,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 1 Januari 2026.
Ia menilai secara fundamental IHSG saat ini masih berada di bawah potensi, karena indeks sempat tertahan oleh berbagai dinamika kebijakan serta sentimen pasar di sepanjang tahun berjalan.
Purbaya bahkan mengakui capaian IHSG saat ini belum sesuai dengan perhitungan awalnya. Ia sebelumnya memperkirakan IHSG mampu menembus level 9.000 pada 2025.
“Harusnya kalau kemarin desainnya sesuai dengan desain saya, sekarang sudah 9.000. Tapi kan sudah itu sedikit, ke depan dengan kebijakan semakin sinkron dan ekonominya semakin bagus, harusnya IHSG akan naik lebih cepat,” ujarnya.
Untuk diketahui berdasarkan data penutupan akhir tahun, IHSG ditutup menguat tipis 2,68 poin atau 0,03 persen ke level 8.646,94. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan justru melemah 5,47 poin atau 0,64 persen ke posisi 846,57.
BERITA TERKAIT: