"Pemerintah tidak tegas dan plin-plan dalam mengurus persoalan PT SBS. Beberapa waktu lalu mengancam keras ingin menutup sementara aktivitas pabrik, tapi nyatanya hingga sekarang itu belum dilakukan," kritik Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan, Susman Hadi.
Seharusnya, kata dia, Pemda jangan asal bicara lantaran dikhawatirkan dapat memicu gelojak di tengah masyarakat setempat.
"Kami berharap pemerintah dapat bertindak tegas terkait penyelesaian permasalahan ini supaya tidak menimbulkan permasalahan baru di masyarakat," pungkas Ketua Fraksi Golkar tersebut.
Sebelumnya, Bupati Kabupaten Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud tegas menyatakan akan menutup PT SBS. Alasannya limbah B3 pengolahan pabrik sawit itu telah mengakibatkan sungai Air Selali tercemar selama hampir empat tahun terakhir.Namun belakangan disinggung lagi rencana penutupan pabri tersebut, Dirwan berdalih ingin melihat laporan tertulis mengenai progress perbaikan yang telah dilakukan PT SBS.
"Saya akan meminta Asisten I untuk memeriksa laporan tertulis yang mereka sampaikan nanti," kata Bupati Dirwan Mahmud.
Pihak manajemen PT SBS berjanji akan menyampaikan laporan tertulis mengenai progress perbaikan kepada Pemda hari ini.
Disampaikan Dirwan, apapun bukti yang tertera dalam laporan itu pemerintah perlu mengkaji dan menindaklanjutinya terlebih dahulu sebelum melakukan penutupan.
Manajer PT SBS M Jamil tetap bungkam ketika dimintai tanggapan oleh
RMOLBengkulu.Com terkait hasil keputusan rapat dengan pemda setempat.
[wid]
BERITA TERKAIT: