"Awalnya saya kira cuma becanda, saya enggak terlalu tanggapin sampai tiga kali telepon dan sempat juga dia SMS," kata Kang Dedi sapaan akrab ketua DPD Golkar Jabar itu di acara Rakornis DPP Partai Golkar di Jakarta, (29/9).
Dalam perjalanannya, Kang Dedi menjelaskan proses politik di Jabar pasca dirinya dihubungi oleh oknum itu menjadi serius, terlebih keluarnya surat rekomendasi palsu bertandatangan Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto yang tidak merekomendasikan dirinya.
"Ya kira-kira habis orang itu telepon keluarlah surat itu, saya juga sudah kroscek ke DPP dan karena saya lihat proses angin politik disini enggak benar makanya saya bereaksi," ujarnya.
Secara personal, lanjut Kang Dedi, dia memang mengaku kenal dengan orang yang meminta uang tersebut, namun orang itu bukan pengurus partai baik di DPP maupun DPD.
"Cuma mengaku kenal dengan petinggi Golkar dan pengambil keputusan di Golkar, itu pun saya juga dikenalkan" tukasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: