Demikian disampaikan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh saat menghadiri Wisuda Santri Pondok Pesantren Sunan Drajat di Lamongan, Jawa Timur, Selasa (21/3).
"Pendidikan (pesantren) yang berkelanjutan menjadi kunci atas pembangunan ini," katanya.
Paloh menjelaskan, Indonesia memiliki segala potensi yang tidak dimiliki negara lain. Seperti luas wilayah, posisi strategis, sumber daya alam, sumber daya manusia, termasuk cuaca. Pemerintah juga menganggap sektor pendidikan sangat penting untuk menunjang pembangunan dengan menyediakan anggaran cukup besar.
Jumlah ponpes di Indonesia yang mencapai sekitar 25 ribu menjadi kekuatan besar untuk membangun dan mengisi kemerdekaan. Selain itu, di dalam pendidikan pesantren terdapat pemikiran nasionalistik atau kebangsaan untuk menjaga tali persaudataan dan saling menyanyangi.
"Yang memandang kehidupan ini sebagai bagian yang harus dikembangkan bersama. Kita sebagai umat yang dimuliakan menjadikan Islam yang rahmatan lil alamin. Ini modal besar kita sebagai suatu bangsa karena komitmen suatu bangsa perlu terus menerus untuk menjaga pluralisme," jelas Paloh.
Dia mengatakan, ajaran Islam memberikan solidaritas, toleransi, persahabatan dan kesejahteraan sehingga tidak pernah tertinggal oleh kemajuan teknologi dan modernisasi.
Paloh sendiri mengaku bangga karena dikukuhkan sebagai bagian keluarga besar Ponpes Sunan Drajat, lembaga pendidikan Islam yang sudah berdiri sejak 600 tahun lalu.
Dalam kesempatan itu, Abdul Ghofur selaku pengasuh Ponpes Sunan Drajat menjelaskan bahwa yayasannya saat ini merupakan yang terbesar di Jawa Timur, dengan lebih dari 12 ribu santri menggali ilmu. Ponpes Sunan Drajat tercatat sebagai satu-satunya pesantren yang tersisa dari keturunan Wali Songo dengan aset lahan mencapai 110 hektar.
"Sisanya delapan pesantren sudah hilang," kata Ghofur.
Ditambahkan Ghofur, Ponpes Sunan Drajat memiliki salah satu pabrik fospat terbesar di Indonesia dan memproduksi kapal dengan harga lebih murah. Ponpes menerapkan sistem pendidikan yang berorientasi terhadap etos kerja kepada para santri, sehingga memiliki jiwa wirausaha.
[wah]
BERITA TERKAIT: