"Ini seperti alarm bagi kita semua untuk terus meningkatkan kewaspadaan atas potensi terjadinya kebakaran," kata Ketua umum DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Mansuri, Jumat (20/1).
Pasar Senen mengalami kebakaran sejak Kamis dinihari (19/1), pukul 04.30 WIB, dan baru bisa dipadamkan 14 jam kemudian. Kebakaran ini menghanguskan 1.691 kios.
Mansuri menyebutkan musibah kebakaran Pasar Senen ini merupakan musibah besar yang menyita perhatian publik.
"Dan kami nyatakan sebagai duka nasional pasar tradisional di Indonesia. Karenanya kebakaran Pasar Senen harus ditangani secara serius," sebutnya.
Menurut data yang dihimpun IKAPPI, sejak 1974 Pasar Senen sudah mengalami delapan kali terjadi kebakaran.
"Belum lekang dalam ingatan kita terjadi kebakaran besar di wilayah yang sama di Pasar Senen yang terjadi pada 25 dan 26 April 2014 di blok III yang menghanguskan kurang lebih 3.000 kios," ungkap Mansuri.
Untuk kebakaran Pasar Senen kemarin, hitung-hitungan sementara IKAPPI, pedagang mengalami kerugian hingga Rp. 101,2 miliar.
"Namun kami pastikan bahwa kerugian yang timbul tidak kecil dan masih bisa bertambah sampai ada data resmi dari pemerintah," tukas Mansuri.
[rus]
BERITA TERKAIT: