Ahok Tuding Ada Penumpang Politik Di Reklamasi Jakarta

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/febiyana-1'>FEBIYANA</a>
LAPORAN: FEBIYANA
  • Senin, 04 April 2016, 13:03 WIB
Ahok Tuding Ada Penumpang Politik Di Reklamasi Jakarta
ahok/net
rmol news logo . Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan kasus dugaan korupsi kebijakan reklamasi Teluk Utara Jakarta banyak ditumpangi kepentingan politik.

"Ini kan banyak penumpang-penumpang politik," ujar pria yang akrab disapa Ahok itu di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (4/4).

Dia menilai, banyak hantaman politik yang terjadi selama proses pembuatan kebijakan mega proyek tersebut. Sehingga, dirinya mengaku tidak dapat berbicara banyak.

"Kan hantam main politik, saya mau ngomong apa juga percuma. Kamu tanya aja secara teknis, tanya dong biro hukum, bappeda, deputi, sekda. Itu teknis. Kalau saya jawab teknis kita akan berdebat secara opini," bebernya.

Namun, Ahok memastikan tetap akan meneruskan proyek reklamasi tersebut.

"Kita jangan berdebat teknis, kalau bicara kebijakan saya akan teruskan reklamasi dan tanggul," tegasnya.

Sebab dia menilai soal kebijakan ada di tangan Permprov DKI.

"Tapi harus ada bagian untuk DKI apa, itu kebijakan saya. Kalau soal teknis izin atau apa silakan tanya ke teknis, saya jawab percuma," pungkasnya.

Sebelumnya, Kamis (31/3) lalu Ketua Komisi D DPRD DKI, M. Sanusi tertangkap tangan oleh KPK di kawasan Jakarta Selatan. Penyidik KPK menemukan alat bukti uang sekitar Rp 1,1 miliar yang diketahui dari pihak perusahaan developer PT Agung Podomoro Land.

Akibat perbuatannya, Sanusi dijebloskan ke jeruji besi oleh penyidik KPK usai menjalani pemeriksaan 1x24 jam dan ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Selanjutnya, KPK menetapkan Bos PT Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja sebagai tersangka, penyuap. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA