Meski begitu, Ahok mengakui penanganan sampah itu adalah tanggung jawab dirinya selaku pemimpin provinsi.
"Rata-rata jalan raya yang (saluran airnya) tersumbat itu karena sampah dari masyarakat. Nah, memang ini tanggungjawab kami. Saya sudah minta dinas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum maupun Tata Air kalau hujan betul-betul (ditangani)," kata Ahok di Tambora, Jakarta Barat, Rabu (3/2).
Ahok menilai persoalan sampah dan banjir memang terkait erat. Tetapi ia meminta jajarannya lebih jeli melihat faktor lain yang menyebabkan genangan air di jalan-jalan protokol Jakarta.
"Sekarang jangan cuma lihat sampah. Mesti lebih cerdas. Mesti mulai lihat saringan. Karena biasanya tadinya bersih, tiba-tiba hujan sampah masuk," terangnya.
Beberapa waktu terakhir, setelah Ahok menyebut ada 21 pompa air milik Jakarta yang tersumbat sampah, Dinas Kebersihan DKI Jakarta langsung bertindak cepat.
"Kami langsung lakukan tindakan, ‎petugas sudah diterjunkan sejak pagi di rumah pompa di Waduk Pluit," terang Kadis Kebersihan DKI Jakarta, Isnawa Adji, ketika diwawancara.
Dia mengatakan, tingginya volume sampah juga disebabkan intensitas hujan yang tinggi beberapa hari terakhir. Tak sedikit sampah dari hulu sungai ikut terbawa dan menumpuk di lokasi pompa air.
[ald]
BERITA TERKAIT: