Itulah alasan sekumpulan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Muda Depok (GMD) menggelar diskusi bersama Cawalkot Depok agar warga tahu apa visi misi dari Cawalkot yang bertarung dalam Pilkada Depok.
Diskusi dibagi menjadi dua episode. Dalam episode pertama yang berlangsung pada Rabu (11/11), diisi oleh Calon Walikota nomor urut satu, Dimas Oky Nugroho.
Dalam diskusi itu, Dimas menyebut gerakan anak muda yang rindu akan perubahan ibarat setetes embun di kala kemarau. Hal ini menjadi warna sendiri di tengah sikap apatis yang meliputi warga.
Aktivitas kreatif yang dilakukan anak muda Depok adalah alasan pemerintah kota harus mengakomodir potensi para pemudanya. Jangan sampai pemerintah malah terkesan lamban dan tidak peduli dengan aktivitas warga yang sifatnya positif.
"Bila saya jadi walikota, saya akan buka banyak co-working space untuk tempat kerja bareng bagi anak muda Depok," tutur Dimas.
Direktur Akar Rumput Strategis Consulting ini juga membandingkan pembangunan taman di Kota Depok dengan Surayabaya. Banyaknya taman kota di Surabaya tidak lepas dari peran Walikotanya, Tri Rismaharini, yang tidak hanya memanfaatkan dana APBD namun juga bekerjasama dengan pihak swasta dalam pembangunan ruang publik itu.
Menurut salah seorang anak muda yang hadir, Arby Khrisna, rasa penasaran akan sosok Dimas Oky yang membuatnya ingin datang ke acara yang diinisiasi oleh GMD ini.
"Ya, gue penasaran aja sama sosok Dimas. Pengen kenal lebih dekat," ujarnya.
Demi menjawab kehausan warga yang ingin mengetahui akan sosok Cawalkotnya, dalam waktu dekat calon nomor urut dua, Idris Abdul Shomad, dijadwalkan akan hadir pada episode ke dua dialog
Menuju #Depok1, Sampaikan Gagasanmu!
[wid]
BERITA TERKAIT: