Dalhari menjelaskan bahwa kedatangannya ke rumah calon Gubernur Bengkulu incumbent, Sultan Bachtiar Najamuddin (SBN), yang saat ini menjabat wakil Gubernur Bengku beberapa hari lalu, bukan sebagai kader partai ataupun mewakili DPRD Provinsi Bengkulu. Dia datang secara pribadi yang hanya ingin memberikan dukungan dan ucapan selamat.
"Kalau kedatangan saya kepada Sultan untuk memberikan selamat saja harus disanksi oleh partai atau sampai di PAW (pergantian antara waktu), maka saya siap untuk itu," kata Dalhari seperti dilaporkan
RMOL Bengkulu, Senin (3/8).
Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu ini juga mengungkapkan, hubungannya dengan keluarga SBN cukup dekat dan bisa dikatakan sebagai keluarga. Begitu juga dengan Imron Rosyadi (Bupati Bengkulu Utara), dan Ihwan Yunus (Bupati Mukomuko). Kata Dalhari, jila mereka juga maju dalam Pilkada Provinsi Bengkulu , dia juga akan berikan selamat dan dukungan.
"Kebetulan yang maju Pilgub adalah Sultan, maka sebagai orang dekat dan keluarga maka saya datang, tidak ada maksud untuk membelot. Saya kader yang konsisten dengan keputusan partai," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Tim Penjaringan Partai Gerindra, Endang Filian mengatakan, DPD Gerindra sudah memanggil Dalhadi Umar atas sikap politiknya yang terkesan bertentangan dengan keputusan partai. Bahkan Endang menyatakan akan bertindak tegas sesuai dengan aturan keputusan partai.
Pilkada Gubernur Bengkulu 2015 diikuti dua pasangan calon. Ridwan Mukti-Rohidin Mersyah didukung oleh Partai NasDem, PKB, Hanura, PKPI, Gerindra, Golkar versi Agung Laksono, PPP versi Romahurmuziy dan PAN dengan jumlah kursi di DPRD sebanyak 16 kursi. Sementara SBN-Mujiono didukung oleh PDI Perjuangan, Partai Demokrat, PPP, PBB dan PKS dengan jumlah kursi sebanyak 16.
[rus]
BERITA TERKAIT: