“Terima kasih ibu-ibu semua, yang sudah menunggu kami semua sejak pagi. Jujur saya tidak menyangka penyambutan akan seantusias ini,†kata Sri Eliza dalam rilis yang diterima redaksi Rakyat Merdeka Online, di hadapan ibu-ibu jamaah Majelis Taklim Miftahul Jannah.
Menurut Sri Eliza, kedatangannya, berdasar cerita suaminya akan keramahan warga pulau seribu yang masih bagian DKI tapi agak jauh dari jangkauan publik.
“Saya tidak mau berbicara panjang lebar takut salah karena ada anggota Panwaslu (panita pengawas pemilu) yang memantau, namun kedatangan karena semangat untuk bersilaturahmi,†katanya.
Sri Eliza, mengharapkan di hari pencoblosan masyarakat Pulau Seribu menggunakan akal sehat untuk memilih pemimpin yang lebih baik dan memperhatikan warganya di semua wilayah kerjanya.
“Saya melihat umumnya ibu-ibu disini memakai baju putih, berarti hatinya harus berhati putih dan bersih,†katanya.
Kunjungan rombongan Sri Eliza di Pulau Seribu, di sambut Ustadz Ahmad Al-Habsi, Camat Kepulauan Seribu, Ato Baroni Hidayat, jajaran pengurus Majelis Taklim Miftahul Jannah serta Gozali dan Hatap, anggota Panwaslu wilayah Kecamatan Kepulauan Seribu Utara dari Divisi Utama.
[dzk]
BERITA TERKAIT: