Secara resmi beroperasinya pabrik pengolahan biji besi PT GII dinyatakan oleh Walikota Kota Padang, Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si. Hadir dalam peresmian ini antara lain, Wakil BKPM Pusat Yuliot, Wakil dari Kemenlu Yusra Khan, Wakil Walikota Padang, Ketua DPRD dan pejabat Pemda kota Padang lainnya. Disamping itu, turut hadir para investor dari China, Amerika Serikat dan Belanda.
Latar belakang berdirinya pabrik pengolahan biji besi di PadangRepublik Rakyat China (RRC) kekurangan biji besi untuk kebutuhan industrinya. Untuk memenuhi kebutuhan biji besi, investor China datang terlebih dahulu ke Sumatra Barat untuk mencari sumber biji besi.
"Karena itu terjadi kerjasama untuk mendirikan satu perusahaan, yang sekarang bernama PT Gainet International Indonesia," ungkap Burhan Azis, Direktur PT GII dalam bincang-bincang dengan
Rakyat Merdeka Online (Rabu, 16/2).
Menurut Burhan, setelah survey di Sumatra Barat terdapat lebih kurang 48 tambang biji besi. Dan biji besi yang ada di Sumbar ini adalah biji besi jenis magnetik, yang dibutuhkan oleh pihak China.
"Kami melihat kalau biji besi itu tidak diolah itu sulit diterima oleh pabrik baja di dunia, bukan saja di China. Jadi harus diolah menjadi barang setengah jadi, kemudian baru bisa langsung digunakan di berbagai pabrik baja di China,†ujar Burhan.
Dengan demikian, lanjut Burhan, ada peluang bisnis dan disamping juga membantu penambang-penambang di Padang, supaya bisa mengekspor hasil tambang. Didirikan PT Gainet International Indonesia untuk mengolah bantuan biji besi menjadi barang setengah jadi dan kemudian diekspor. Dan kebetulan, pengolahan yang seperti ini belum ada di seluruh Provinsi Sumatra Barat. Jadi PT GII lah yang pertama mendirikan pengolahan biji besi menjadi barang setengah jadi, sehingga bisa dipergunakan diberbagai tanur pabrik baja.
Selain itu yang bekerjasama denga PT GII ini termasuk pabrik baja yang akan membeli hasil dari pengolahan PT GII sehingga pemasaran tidak menjadi masalah. Teknologi dan mesin-mesin juga disuplay dengan standarisasi pabrik baja yang ada di China.
Arti pentingnya perusahaan pengolahan biji besi ini bagi Provinsi Sumbar adalah biji besi yang kadarnya rendah, seperti 40 persen, 50 persen atau 60 persen total Fe nya itu di fabrik PT GII bisa ditingkatkan menjadi 62-65 persen ke atas. Karena yang diperdagangkan di dunia internasional itu adalah biji besi yang kualitasnya 62-65 persen ke atas.
Kerjasama yang saling menguntungkanPT GII melihat peluang yang baik ditinjau dari sudut bisnis, dan disamping itu juga membantu perusahaan-perusahaan tambang yang jumlahnya kurang lebih 48 buah itu bisa mengekspor hasil produksinya ke pasaran internasional. Dengan demikian usaha yang dilakukan PT GII ini saling menguntungkan . Penambang-penambang juga diuntungkan, karena hasil produksinya bisa diekspor keluar dan yang mengolah juga mendapat keuntungan.
Kapasitas pengolahan biji besi PT GII ini 50 ribu ton per bulan. Pabrik PT GII ini berada di Jl Bypass dekat Teluk bayur kilometer 12. Jaraknya lebih kurang 5 km dari pelabuhan Teluk Bayur. Bahan baku untuk pengolahan pabrik P GII kebanyakan didatangkan dari Kabupaten Solok, yang mempunyai tambang biji besi lebih kurang 20 buah, kemudian dari Kabupaten Solok Selatan yang mempunyai tambang biji besi sektar 7 sampai 8 buah, kemudian dari Kabupaten Sawahlunto Sijunjung, dan sebagainya. Investasi yang ditanam untuk berdiriya pabrik PT GII ini berjumlah 4 juta dolar AS.
Menyerap tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomiDalam sambutan peresmian pabrik pengolahan biji besi PT GII, Fauzi Bahar memberikan gambaran keberadaan Kota Padang sebagai ibu kota Provinsi Sumatra Barat.
"Kota Padang berada di pantai barat Sumatra, memiliki pelabuhan Teluk Bayur yang merupakan akses perdagangan internasional terbaik untuk wilayah Sumatra," kata Walikota Kota Padang, Fauzi Bahar.
Disamping itu, lanjut Fauzi, Kota Padang dikelilingi oleh daerah Kabupaten kota lainnya yang memiliki potensi pertambangan, pertanian, perkebunan, dimana kabupaten kota lainnya memiliki akses yang baik ke kota Padang. Secara komprehensif Kota Padang memiliki keunggulan dari kabupaten kota lainnya untukpengembangan industry pengolahan, baik di bidang pertambangan, pertanian dan perkebunan, dan ini pulalah yang menjadi pertimbangan bagi Kota Padang memiliki visi Kota Padang sebagai pintu gerbang perdagangan yang terkemuka di wilayah bagian barat.
Menyambut kegiatan PT GII, Wali Kota Padang menilai suatu pemikiran yang cerdas dari pihak manajemen PT GII, karena ia (pihak manjemen PF GII) dapat melihat secara komprhensif keunggulan Kota Padang untuk berinvestasi. Di pihak lain, berkat kegiatan-kegiatan PT GII akan menyerap tenaga kerja, akan mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Padang dan Provinsi Sumatra Barat.
Dalam sambutannya, Presiden Direktur dari PT GII Yin Guo Shong menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan kepada PT GII sehingga investasi pabrik pengolahan biji besi ini dapat terlaksana. Terutama terima kasih sebesar-besarnya kepada BKPM, Kemenlu, KBRI Beijing dan Pemda Kota Padang yang telah memberikan berbagai kemudahan dalam pengurusan perizinan yang dibutuhkan.
[yan]
BERITA TERKAIT: