Direktorat Jenderal Pelayanan Masyarakat (Yankes), Kementerian Kesehatan, Bambang Wibowo mengakui hal tersebut saat jumpa pers, di Gedung Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (7/4).
"Puskesmas saat ini kita tahu bahwa pemanfaatan dan penggunaan alat pelindug diri sangat terbatas," begitu Bambang Wibowo mengakui.
Sebagai garda terdepan untuk penanganan corona di tingkat desa atau kelurahan, tenaga medis digarapkan tetap menggunakan APD saat memeriksa kesehatan masyarakat.
"Maka, seluruh aktivitas yang dilakukan oleh Bapak Ibu yang ada di puskesmas, jangan lupa untuk terus menggunakan alat pelindung diri yang baik dan benar dengan segala keterbatasan yang ada," tutur Bambang Wibowo.
Disamping itu, jangan sampai minimnya stok APD di fasilitas kesehatan tingkat pertama ini malah justru membahayakan diri tenaga medis. Oleh karena itu, baik dokter ataupun perawat yang ada di puskemas mesti cerdas mengatur penggunaan APD.
"Dengan memanfaatkan dan menggunakan alat pelinding diri yang baik dan benar juga kita semuanya bisa menghemat tetapi tetap terlindungi dari resiko terpapar Covid ini," demikian Bambang Wibowo.
BERITA TERKAIT: