Kegiatan tersebut dilakukan bersama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa; Kapolda Jatim, Irjen Luki Hermawan; Pangdam V Brawijaya, Mayjen Wisnoe PB dan jajaran jajaran. Mereka kompak mencontohkan gerakan mencuci tangan yang bersih dan benar.
Menariknya, gerakan mencuci tangan enam langkah sesuai anjuran kesehatan ini diiringi dengan musik ala TikTok yang saat ini sedang digandrungi penggemar media sosial.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, wabah corona kini menjadi perhatian serius dan memengaruhi pertumbuhan ekonomi di berbagai negara. Hal itu pula yang mendasari pemerintah melakukan koreksi pertumbuhan ekonomi nasional.
“Ada juga pakar yang melakukan koreksi pertumbuhan ekonomi regional,†kata Khofifah.
Tak hanya di sektor ekonomi, virus yang mencuat pertama kali di Wuhan, China ini juga telah membuat panik masyarakat tanah air hingga berujung
panic buying yang juga terjadi di Surabaya.
“Kita ingin masyarakat Jatim tidak melakukan
panic buying seperti aksi borong apa saja. Jangan menjadikan virus corona sebagai monster yang menyebabkan
fear effect,†sambungnya.
Oleh karenanya, gerakan cuci tangan #JatimSehat juga disisipi sosialisasi tentang virus corona, hingga cara penyebaran dan pencegahannya.
“Masyarakat Jatim harus mendapatkan informasi yang cukup dan komprehensif. Karena itu bersama Forkopimda Jatim bersatu menyampaikan pesan Jatim Sehat,†lanjut Gubernur peremuan pertama di Jatim ini.
Berkoordinasi dengan Dr Sudarsono dr SpP(K), Khofifah menegaskan, pemaiakan masker tidak diwajibkan bagi orang yang sehat melainkan untuk orang yang sakit dan tenaga medis yang sedang merawat pasien. Untuk itu masyarakat perlu mengetahui bahwa cara termudah menghindari penularan virus yakni dengan mencuci tangan.
“Jika gerakan mencuci tangan melalui TikTok bisa diviralkan, akan menjadi pembelajaran yang sangat baik. Itu bukan hanya untuk masyarakat Jatim tetapi untuk seluruh masyarakat yang mengakses konten tersebut,†tandasnya.
BERITA TERKAIT: