Begitu tahu, para orangtua yang balitanya pernah divaksin di RS Sayang Bunda langsung mendatangi RS tersebut. Para orangtua itu ingin tahu dampak yang dialami balita mereka setelah divaksinasi. Namun tak disangka, pihak manajemen RS tetap bungkam.
"Kemarin diadakan pertemuan di Sayang Bunda. Yang datang hanya kasir dan pendaftarnya saja. Kami tanyakan dampak vaksin yang disuntikkan jangka pendek dan panjang nggak ada satupun yang bisa jawab," keluh Ketua Forum Keluarga Korban Vaksin Palsu RS Sayang Bunda Bekasi, Teja Yulianto dalam diskusi Jalur Hitam Vaksin Palsu di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/7).
"Lalu maksud apa diadakan pertemuan ini," lanjutnya.
Informasi yang diperoleh mereka pada Kamis (14/7) malam bahwa setidaknya ada 10 vaksin palsu yang dipergunakan oleh RS Sayang Bunda.
"Itu yang dikeluarkan Sayang Bunda ditulis tangan malamnya. Dari kita hadir ada perwakilan Rumah Sakit, Ria Risti yang tulis 10 vaksin, selang satu malam berubah jadi tujuh vaksin," ungkapnya.
Pihaknya hingga kini sangat berharap pihak RS Sayang Bunda bisa memberikan informasi akurat dan terperinci.
[wid]
BERITA TERKAIT: