baik dalam menuntaskan masalah kesehatan. Program itu menjadi salah satu kebijakan yang akan dijalankan pasangan capres Joko Widodo-Jusuf Kalla.
"Secara konsep baik, menarik simpati rakyat kecil karena dianggap pengobatan gratis. Tapi, itu bukan penyelesaian masalah kesehatan. Masalah kesehatan bukan hanya pengobatan tapi juga bagaimana pencegahan dan rakyat hidup dengan sehat," ujar pakar kesehatan Dr. Kartono Muhammad dalam diskusi 'Usulan Kriteria Menteri Kesehatan Versi Masyarakat Sipil' di kantor Indonesia Corruption Watch, Kalibata, Jakarta (Jumat, 8/8).
Menurutnya, KIS hanya sekadar menarik simpati rakyat kecil tanpa menyelesaikan masalah yang ada. Karena itu, Joko Widodo (Jokowi) diminta dapat memikirkan efek ke depan program tersebut. Seperti soal anggaran maupun penunjang.
"Berapa banyak anggaran untuk itu semua, berapa sarana yang harus disiapkan. Memangnya itu tidak bayar, tidak sesederhana itu. Jokowi harus mengoreksi kembali program KIS," jelas Kartono.
Mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) itu menambahkan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang telah dibentuk pemerintah masih lebih baik dibandingkan program KIS.
"Filosofinya BPJS sudah baik, namun pelaksanaannya masih kurang berjalan baik. Padahal BPJS memiliki pencegahaan yakni preventif dan promotif, ini masih menimbulkan permasalahan dan protes. Tapi, kalau BPJS dijalankan dengan baik tidak perlu lagi adanya KIS," demikian Kartono.
[why]
BERITA TERKAIT: