Jangan sepelekan luka jahitan bekas operasi maupun luka kulit lainnya. Bila tak dirawat dengan benar, bisa menyebabkan penyakit keloid atau parut pada kulit Anda. Keloid tak berbahaya secara medis, tetapi juga bisa mempengaruhi penampilan.
Penyakit keloid biasanya terjadi akibat luka bakar, keceÂlakaan, bekas operasi maupun penyakit. Makin besar kerusakan pada kulit dan makin lama proÂses kesembuhannya, makin beÂsar pula peluang terjadinya parut beÂkas luka.
Menurut spesialis bedah plastik dari Fakultas Kedokteran UniÂversitas Indonesia (FKUI) dr Teddy Prasetyono, parut bekas luka ada yang normal dan tidak normal. Keloid atau parut berÂlebihan serta bekas luka yang tebal (hipertrofi) termasuk daÂlam parut yang abnormal.
Ada banyak faktor yang meÂmÂpengaruhi timbulnya bekas luka yang abnormal. Misalnya luka yang sembuh sendiri dan tidak dirawat, cedera berulang, faktor keturunan, atau karena waktu penyembuhan luka yang lama.
“Begitu juga dengan dokter beÂdah yang kurang bagus, bisa berÂpengaruh pada timbulnya bekas luka jahitan,†kata Teddy dalam acara perawatan parut beÂkas luka di Jakarta, Jumat, (21/9).
Menurut Teddy, ada beberapa metode untuk menghilangkan atau menyamarkan bekas luka yang disebabkan oleh keloid. Antara lain dengan pembedahan, injeksi untuk menipiskan parut yang tebal, penyinaran hingga peÂmakaian alat kompresi.
Namun, sebenarnya bekas luka kulit bisa dicegah sejak luka maÂsih dalam tahap awal. MisalÂnya, pada pasien operasi caesar, disaÂrankan untuk memeriksakan ke dokter bedah plastik pada dua atau tiga minggu pertama pasca operasi, serta rajin berÂkonÂÂsultasi ke dokter.
“Dengan pemeriksaan awal dan rajin konsultasi, kemungkinan besar akan terhindar dari parut akibat bekas operasi, penyakit maupun kecelakaan,†katanya.
Dia mengatakan, keberadaan parut bisa mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Alasannya, seÂlain mempengaruhi penamÂpakan kulit, bekas luka membuat peraÂsaÂan tak nyaman. Akibatnya, seÂseorang yang mempunyai parut biasanya membatasi fungsi geÂrak dan aktivitas kesehariannya.
“Parut tidak hanya bermasalah secara fisik, tetapi secara psiÂkoÂlogis penderita pun merasa terÂtekan. Pasalnya, bekas luka paÂrut, baik di lokasi terbuka mauÂpun tertutup bisa memÂpeÂngaruhi keÂpercayaan diri seÂseÂorang,†teÂrangnya.
Pakar bedah plastik dari NiÂguarda Hospital Milan, Italia, Massimo Signorini mengatakan, penggunaan gel silikon cukup efekÂtif mencegah parut. Gel siliÂkon ini bekerja dengan meÂnekan proses pemÂbentukan koÂlagen yang meÂnÂjadi salah satu faktor terjadiÂnya beÂkas luka yang menonjol.
“Penggunaan gel silikon akan membuat bekas luka yang tegang dan kaku menjadi lunak selama proses penyembuhan, sehingga hasil akhirnya bekas luka lebih lembut dan tidak menonjol,†kata Signorini. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: