Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Sosialisasi & Edukasi Kesehatan Gigi Hingga Ke Desa

Jumat, 07 September 2012, 08:16 WIB
Sosialisasi & Edukasi Kesehatan Gigi Hingga Ke Desa
ilustrasi/ist
rmol news logo Guna menekan masalah gigi ber­lubang  pada anak-anak, Ke­men­terian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, melakukan sosialisasi ke­sehatan gigi terutama untuk anak-anak di pedesaan.

Deputi Gender dan Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PP dan PA) Wahyu Hartomo meng­ung­kapkan, masih banyak anak-anak di pedesaan yang tidak me­mahami manfaat dari menyi­kat gigi bagi kesehatan. Sebab, anak-anak tersebut belum per­nah mel­ihat dokter gigi di tempatnya.

Menurutnya, sosialisasi ke­se­hatan gigi untuk anak-anak di pedesaan salah satu upaya pe­me­rintah dalam melaksanakan prog­­ram Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Kesehatan gigi, meru­pakan salah satu aspek uta­ma dan tujuan KLA sesuai Per­aturan Menteri (Permen) Pem­berdayaan Pe­rem­puan Nomor 11 tahun 2011 ten­tang Kebija­kan Pe­ngem­ba­ngan Kabupaten/Kota Layak Anak.

“Tujuan utamanya adalah me­­me­nuhi hak anak melalui peng­in­tegrasian komitmen, sumber daya pemerintah, masyarakat, dunia usaha yang terencana secara me­nyeluruh dan berke­lan­jutan da­lam kebijakan, prog­ram dan ke­giatan untuk menja­min terpe­nuhinya hak anak,” jelas Wahyu.

Dikatakan, KLA bertujuan me­ngubah pola pikir ma­sya­rakat pedesaan, terutama anak-anak tentang pentingnya kesehatan gigi. “Kesehatan gigi sangat ber­pengaruh pada kese­hatan organ tubuh lainnya, seperti jantung dan hati. Jika gigi rusak, maka organ-organ tubuh tersebut juga akan terganggu,” katanya.

Menurut Wahyu, Kemen­te­riannya akan berkoordinasi de­ngan kader-kader dari Pember­dayaan dan Kesejahteraan Ke­luar­ga (PKK) dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) un­tuk melakukan penyuluhan ke 2.000 sekolah di Indonesia. Program itu merupakan langkah awal menjelang Bulan Keseha­tan Gigi Nasional (BKGN) yang akan diadakan di Bali Septem­ber ini.

Professional Relationship Ma­nager Oral Care PT Unilever In­donesia Ratu Mirah Afifah me­ngatakan, edukasi tentang kese­hatan gigi sangat penting untuk menjaga kesehatan gigi agar tidak berlubang.

 â€Menjaga kesehatan gigi ha­rus dilakukan sejak dini, ter­uta­ma pa­da anak-anak hingga de­wasa sehingga kasus penyakit gigi ber­lubang dapat menurun. Sebab, penyakit ini bisa menye­babkan penyakit berbahaya yang berisiko pada kematian,” jelas­nya.

Berdasarkan riset Kemente­rian Kesehatan pada 2007, se­banyak 72,1 persen masyarakat Indone­sia mem­punyai masalah gigi berl­ubang, dengan rata-rata setiap orang menyimpan lima  gigi ber­lubang di dalam mu­lutnya. Fakta ini menunjukkan bahwa, masih rendahnya pe­ngetahuan dan ke­sadaran ma­syarakat untuk mera­wat ke­se­hatan gigi secara intensif dan ber­kelanjutan. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA