Agar janin yang dilahirkan bisa tumbuh sehat, asupan gizi harus diÂperhatikan sejak memulai masa keÂhamilan hingga dewasa. Untuk itu, persiapan masa kehamilan harus direncanakan dengan baik.
Spesialis gizi klinis Fakultas KeÂdokÂteran UI dr Samuel Oetoro meÂngatakan, keÂbuÂtuhan gizi yang seÂimbang pada janin akan berpengaruh pada kualitas anak. Selain itu, akan mampu menÂcegah kemaÂtian pada saat keÂhamilan atau persalinan.
Samuel mengungkapkan, asupan gizi yang tepat dan lengkap pada ibu hamil, merupakan hal yang sangat esensial di dalam masa kehamilan. Apabila ibu mengalami kurang gizi, bayi bisa berisiko terkena penyakit kronil degeneratif ketika dewasa, serta gangguan kecerdasan akibat tumbuh kembang otak yang tidak optimal.
“Masa depan anak ditentukan staÂtus gizi ibu sebelum hamil, jika seÂseorang yang mengalami sumbatan jantung saat dewasa, ternyata dikeÂtahui dia mengalami kekurangan gizi saat masih janin,†ungkap Samuel daÂlam diskusi kesehatan tentang baÂhaya gangguan psikologi saat kehaÂmilan di Jakarta, Selasa (31/7).
Samuel menjelaskan, ada beberapa zat gizi yang sangat diperlukan oleh ibu hamil. Di antaranya, kalori, proÂtein, karbohidrat, lemak, vitamin (terutama vitamin B6), asam folat, mineral, zat besi, seng dan serat.
“Otak bayi mulai terbentuk pada minggu ketiga kehamilan. Artinya, bahan-bahan makanan untuk memÂbantu pembentukan otak harus diÂberikan secara maksimal, sehingga saat lahir otak bayi sudah bisa berÂfungsi dengan baik,†kata dokter yang berpraktek di MRCC Siloam HosÂpitals Semanggi ini.
Untuk mengatasi rasa mual, SaÂmuel menyarankan, agar ibu hamil rajin mengkonsumsi vitamin B6 yang cuÂkup. Cara yang paling mudah, bisa juga dibantu dengan mengkonsumsi susu kehamilan.
Jika ibu hamil mengalami kekuraÂngan asam folat, lanjutnya, bisa mengÂganggu pembentukan otak, sampai cacat bawaan pada susunan saraf pusat maupun otak janin. Asam folat tidak dapat disimpan di dalam tubuh seÂhingga harus didapat tubuh dari maÂkanan setiap harinya.
Sumber asam folat berasal dari hati, sayuran berwarna hijau, jeruk, kemÂbang kol, kacang kedelai, roti ganÂdum, serealia, ragi dan lain-lain.
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI RSCM) Noroyono Wibowo mengatakan, ibu yang mengalami kekurangan nutrisi sebelum masa kehamilan berpotensi mengalami depresi postpartum (gangÂguan kejiwaan pascakelahiran).
SeÂdangkan ibu yang status gizinya baik sebelum masa kehamilan, kata Noroyono, bisa meÂnekan potensi bayi dilahirkan dengan autisme.
“Persiapan kehamilan juga penting. Selama ini kita sudah salah kaprah, keÂbanyakan orang tua justru lebih memÂÂperÂsiapkan masa kelahiran dibanÂding masa kehamilan. Padahal, masa kehaÂmilan menjadi ujung tombak kehidupan anak di masa mendatang,†terang Noroyono.
Menurutnya, sebagian besar wanita usia subur menderita kurang gizi mikro. Hal ini lebih berbahaya karena mereka merasa dirinya sehat, tapi seÂbenarnya kekurangan gizi.
“Ibu hamil yang kurang gizi meÂnyebabkan anak lahir dengan berat badan rendah. Di kemudian hari, anak ini lebih rentan terkena penyakit, baik fisik maupun gangguan mental,†warning Noroyono. [Harian Ralyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: