Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Masa Kehamilan Harus Direncanakan Dengan Baik

Jumat, 10 Agustus 2012, 08:12 WIB
Masa Kehamilan Harus Direncanakan Dengan Baik
ilustrasi/ist
rmol news logo Agar janin yang dilahirkan bisa tumbuh sehat, asupan gizi harus di­perhatikan sejak memulai masa ke­hamilan hingga dewasa. Untuk itu, persiapan masa kehamilan harus direncanakan dengan baik.

Spesialis gizi klinis Fakultas Ke­dok­teran UI dr Samuel Oetoro me­ngatakan, ke­bu­tuhan gizi yang se­imbang pada janin akan berpengaruh pada kualitas anak. Selain  itu, akan mampu men­cegah kema­tian pada saat ke­hamilan atau persalinan.

Samuel mengungkapkan, asupan gizi yang tepat dan lengkap pada ibu hamil, merupakan hal yang sangat esensial di dalam masa kehamilan. Apabila ibu mengalami kurang gizi, bayi bisa berisiko terkena penyakit kronil degeneratif ketika dewasa, serta gangguan kecerdasan akibat tumbuh kembang otak yang tidak optimal.

“Masa depan anak ditentukan sta­tus gizi ibu sebelum hamil, jika se­seorang yang mengalami sumbatan jantung saat dewasa, ternyata dike­tahui dia mengalami kekurangan gizi saat masih janin,” ungkap Samuel da­lam diskusi kesehatan tentang ba­haya gangguan psikologi saat keha­milan di Jakarta, Selasa (31/7).

Samuel menjelaskan, ada beberapa zat gizi yang sangat diperlukan oleh ibu hamil. Di antaranya, kalori, pro­tein, karbohidrat, lemak, vitamin (terutama vitamin B6), asam folat, mineral, zat besi, seng dan serat.

“Otak bayi mulai terbentuk pada minggu ketiga kehamilan. Artinya, bahan-bahan makanan untuk mem­bantu pembentukan otak harus di­berikan secara maksimal, sehingga saat lahir otak bayi sudah bisa ber­fungsi dengan baik,” kata dokter yang berpraktek di MRCC Siloam Hos­pitals Semanggi ini.

Untuk mengatasi rasa mual, Sa­muel menyarankan, agar ibu hamil rajin mengkonsumsi vitamin B6 yang cu­kup. Cara yang paling mudah, bisa juga dibantu dengan mengkonsumsi susu kehamilan.

Jika ibu hamil mengalami kekura­ngan asam folat, lanjutnya, bisa meng­ganggu pembentukan otak, sampai cacat bawaan pada susunan saraf pusat maupun otak janin. Asam folat tidak dapat disimpan di dalam tubuh se­hingga harus didapat tubuh dari ma­kanan setiap harinya.

Sumber asam folat berasal dari hati, sayuran berwarna hijau, jeruk, kem­bang kol, kacang kedelai, roti gan­dum, serealia, ragi dan lain-lain.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI RSCM) Noroyono Wibowo mengatakan, ibu yang mengalami kekurangan nutrisi sebelum masa kehamilan berpotensi mengalami depresi postpartum (gang­guan kejiwaan pascakelahiran).

Se­dangkan ibu yang status gizinya baik sebelum masa kehamilan, kata Noroyono, bisa me­nekan potensi bayi dilahirkan dengan autisme.

“Persiapan kehamilan juga penting. Selama ini kita sudah salah kaprah, ke­banyakan orang tua justru lebih mem­­per­siapkan masa kelahiran diban­ding masa kehamilan. Padahal, masa keha­milan menjadi ujung tombak kehidupan anak di masa mendatang,” terang Noroyono.

Menurutnya, sebagian besar wanita usia subur menderita kurang gizi mikro. Hal ini lebih berbahaya karena mereka merasa dirinya sehat, tapi se­benarnya kekurangan gizi.

“Ibu hamil yang kurang gizi me­nyebabkan anak lahir dengan berat badan rendah. Di kemudian hari, anak ini lebih rentan terkena penyakit, baik fisik maupun gangguan mental,” warning Noroyono.  [Harian Ralyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA