Sebagian masyarakat masih berpikir keliru soal imunisasi yang bisa memic u berbagai penyakit. Pandangan keliru ini bisa mengganggu kemajuan program imunisasi di Indonesia.
Dulu, imunisasi dipercaya biÂsa mencegah anak terkena peÂnyakit infeksi. Kini, sebagian orangtua menghindarinya deÂngan alasan imunisasi tidak aman untuk mencegah berbagai penyakit infeksi.
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Badriul Hegar mengungkapkan, penyebaran informasi keliru itu, telah meÂnimÂbulkan keresahan di masyaÂrakat dan ketidaknyamanan prakÂtisi kesehatan dalam meÂlakÂsanakan tugasnya.
“Mengapa harus mengÂhaÂlaÂng-halangi program imuÂnisasi. Itu sama saja menemÂpatkan anak pada lingkungan yang mengancam nyawa,†kaÂtaÂnya dalam media edukasi SimÂposium Imunisasi IDAI ke-3 di Jakarta, Selasa (20/7).
Padahal, menurutnya, banyak anak-anak di Indonesia meÂningÂgal karena penyakit yang sebeÂnarnya bisa dicegah lewat imuÂnisasi. Karena itu, Badriul meÂnyarankan, perlu upaya peÂningÂkatan dan komÂpetensi dokÂÂter anak secara berÂkelanjutan.
Guru besar Fakultas KedokÂteran Universitas Indonesia (FKUI) dr Sri Rezeki HadineÂgoro meÂnambahkan, cakupan imuÂnisasi yang masih rendah di InÂdonesia berpotensi memicu anak terkena wabah penyakit yang bisa menyebabkan cacat bahkan kematian.
“Program imunisasi sudah diÂcanangkan sejak 70 tahun lalu. Tapi, sampai saat ini, kita maÂsih terus bekerja keras memÂberi pemahaman kepada maÂsyaÂrakat soal imunisasi,†kata Sri yang juga Ketua Satuan TuÂgas (SatÂgas) Imunisasi IDAI.
Menurut Sri, diperlukan eduÂkasi agar masyarakat mendapat persepsi yang benar dan peÂnerangan secara terus-menerus.
“Ada pemikiran keliru yang banyak beredar, di antaranya isu kehalalan vaksin, efek samping yang menganÂdung zat berbahaÂya, sampai isu konspirasi dari negara barat unÂtuk meracuni penduduk neÂgara berkembang melalui imunisasi,†terang Sri.
Sri menyatakan, masyarakat tiÂdak perlu ragu akan keamaÂnan dan manfaat imunisasi. “Saat ini, 194 negara di seluruh dunia teÂlah melaksanakan dan meÂnyaÂtakan, imunisasi aman dan berÂmanfaat mencegah wabah, sakit berat, bahkan keÂmatian pada bayi dan anak-anak,†jelas Sri.
Efek samping akibat imuÂnisasi yang disebut juga dengan Kejadian Ikutan Pasca ImuÂniÂsasi (KIPI) seperti bekas keÂmeÂrahan, gatal atau demam ringan, lanjutnya, jangan membuat para ibu takut pada efek tersebut.
Yang seharusnya ditakuti, tambah Sri, adalah penyakit yang akan ditimbulkan jika anak tidak diberikan imuniÂsaÂsi. “Pencegahan penyakit lewat imunisasi merupakan cara perÂÂÂÂlinÂdungan terhadap infeksi yang paling efektif dan jauh lebih muÂrah dibanding mengÂobati seÂseorang apabila telah jaÂtuh sakit,†warning Sri.
Melalui imunisasi, tambahÂnya, anak akan terÂhindar dari penyaÂkit infeksi yang berbahaÂya seÂhingga meÂmiÂliki kesemÂpaÂtan untuk berÂaktiÂvitas, berÂmain, beÂlajar tanpa terÂganggu dengan masalah kesehatan.
Mengenai isu kehalalan vakÂsin, Ketua Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Aminudin Yakub mengatakan, imunisasi dalam sudut pandang Islam paÂda dasarnya diboÂlehÂkan, bahkan dianjurkan untuk mencegah penyakit. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: