Setiap bulan Ramadhan tiba, aktivitas donor darah di Palang Merah Indonesia (PMI) otomatis berkurang. Bahkan, persediaan kantong darah pun saat mendekati Lebaran bisa kosong.
Guna memenuhi stok kantong darah, PMI pun gencar melaÂkukan gerakan donor darah di berbagai lokasi dan acara-acara amal menjelang puasa.
Seperti pada pengalaman buÂlan Ramadhan sebelumnya, stok darah di PMI turun hingga 50 persen dari biasanya, yang menÂcapai 800-1.000 kantong darah per hari. Meski stok darah di PMI berkuÂrang, kebutuhannya justru cenÂderung meningkat di bulan puasa.
Tingkat kecelakaan lalulintas meningkat karena terjadi peruÂbahan pola tidur selama puasa. Kondisi pengendara letih dan kaÂdang terburu-buru mengejar wakÂÂtu berbuka, sehingga bisa meningÂkatkan risiko kecelaÂkaan di jalan. Bahkan, saat traÂdisi muÂdik tiba, tak jarang terÂjadi keceÂlakaan laÂlulintas, seÂhingga kebuÂtuhan paÂsokan daÂrah justru meÂningkat.
Kepala Seksi Unit Donor DaÂrah dan Informasi PMI Pusat dr Robby Nur Aditya mengatakan, stok darah paling sedikit umumÂnya terjadi pada satu minggu seÂbelum Lebaran (H-7) hingga satu minggu setelahnya (H+7).
“Untuk kebutuhan darah di DKI saja diperÂlukan seÂribu kanÂtong per hari. Mengingat baÂnyakÂnya stok darah yang dibuÂtuhkan, kami mengÂhaÂrapÂkan parÂtiÂsipasi maÂsyarakat. Kami juga terus menÂsosialisasikan pentingnya caÂÂdaÂngan darah,†jelas Robby.
Merujuk donasi darah pada 2011 se-Indonesia, PMI meÂneÂrima 182.594 kantong darah seÂtiap bulan. Namun di bulan puaÂsa, kantong darah yang berÂasal dari donasi menurun jadi 100.427 kantong.
“Bulan puasa seperti ini, bagi pendonor yang Muslim jarang sekali mendonorkan darahnya karena takut daya tahan tubuhÂnya turun,†kata dr Robby dalam acaÂra donor darah yang digelar di Jakarta, Jumat (27/7).
Untuk itu, PMI gencar menjaÂlin kerja sama dengan berÂbaÂgai instansi dan komunitas, terutama komunitas non Muslim, untuk menggiatkan kegiatan donor daÂrah selama bulan puasa.
Untuk mencegah dehidrasi saat berpuasa, pendonor sebenarnya bisa melaÂkukan donor darah menÂjelang jam buka puasa atau sehabis sahur. Yang paling penÂting, lanÂjutÂnya, tidak lupa mengÂkonsumsi cuÂkup cairan sebelum melakukan donor. Yang dinyaÂtakan boleh mendonorkan adaÂlah orang yang berusia di atas 17 tahun, bertubuh sehat, memiliki berat badan miÂnimal 45 kiloÂgram, tekanan darah minimal 100/60 miligram (mg), dan kaÂdar heÂmoÂgloblin (hb) 12,5-17.
“Selama tekanan darah masih berkisar 160/70 hingga 110/100 milimeter Hg (mmHg), kadar Hb di atas 12,5, tidak demam dan berat badan tidak kurang dari 45 kg, maka donor darah tetap aman dilakukan,†ujarnya.
Robby juga mengingatkan, donor darah yang dilakukan baik di bulan Ramadhan ataupun bulan lainnya memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan tubuh. Misalnya, menjaga keseÂhatan jantung, meningkatkan proÂduksi sel darah merah, memÂbantu menurunkan berat badan dan mampu mendeteksi penyakit meÂlalui tes darah dasar.
Pemeriksaan darah harus menÂjamin darah yang tersedia dan haÂrus terbebas dari virus peÂnyakit, baik itu hepatitis bahkan Human immunodeficiency virus infecÂtion/Acquired immuÂnoÂdeÂficiency synÂdrome (HIV/AIDS).
Ketua Bidang Kesehatan dan Donor Darah PMI Dr Farid HuÂsain menambahkan, donor darah sejatinya memberi banyak maÂnÂfaat. Terutama menjaga keÂseÂhatan jantung yang bisa menuÂrunkan kadar besi (Fe) dalam darah. BahÂkan, bagi yang ingin kurus, donor darah juga bisa membakar 600 kalori sekali donor, pada pengÂamÂbilan darah sekitar 450 cc. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: