Masih menggunakan rompi oranye khas tahanan KPK, Juliari irit bicara saat ditanya mengenai fee Rp 10 ribu per paket bansos Covid-19 yang diduga ia tilep. Ia juga menjawab hal lain saat disinggung soal permintaan maaf kepada masyarakat.
"Saya ikuti dulu prosesnya. Mohon doanya teman-teman," singkat Juliari usai keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu malam (6/12).
Saat kembali dilontarkan pertanyaan soal permohonan maaf, politisi PDIP ini diam tak merespons. Hal tersebut berbeda saat Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo ditetapkan tersangka kasus dugaan suap terkait izin ekspor benih lobster.
Saat itu, Edhy Prabowo bahkan menyampaikan permintaan maafnya kepada Presiden Joko Widodo, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, orang tua dan masyarakat.
Adapun dalam perkara dugaan korupsi bansos Covid-19, Juliari diduga menerima fee Rp 10 rbu per paket dari dua periode paket pengadaan bansos sembako. Ia diduga menerima uang sebesar Rp 17 miliar yang diterima dalam dua tahap. Pertama, sebesar Rp 8,2 miliar. Dan kedua sebesar Rp 8,8 miliar.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: