Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Bahtra Banong, mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama 2026 masih terjaga. Selain itu, tingkat inflasi dinilai tetap terkendali dan sejumlah indikator ekonomi menunjukkan tren positif.
"Nah kalau kita lihat, kalau kita bicara soal kondisi ekonomi kita, di triwulan pertama ini menurut data BPS ya, ini masih tumbuh bagus, inflasi kita, masih sangat terkendali,” kata Bahtra dalam acara rilis survei Puspoll bertajuk “Menuju Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran” di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 27 Juni 2026.
Atas dasar itu, ia menilai narasi yang menggiring persepsi publik seolah-olah Indonesia akan kembali mengalami krisis seperti 1998 tidak didukung oleh kondisi ekonomi saat ini.
"Persepsi publik atau seolah-olah digiring bahwa kondisi ekonomi kita akan kembali seperti 1998, situasinya, saya pikir itu sangat jauh ya, karena kan situasinya juga dan variable-variable indikatornya juga berbeda dengan yang lalu-lalu,” tegas Legislator Gerindra ini.
Menurut Bahtra, meski nilai tukar rupiah sempat melemah tembus Rp18 ribu dan tekanan ekonomi global meningkat akibat konflik geopolitik serta kenaikan harga minyak dunia, kondisi tersebut tidak otomatis menempatkan Indonesia dalam situasi krisis.
Bahtra menegaskan, pemerintah dan masyarakat perlu melihat kondisi ekonomi berdasarkan data dan fakta, bukan sekadar membangun kekhawatiran.
"Kita tidak boleh menakut-nakuti masyarakat, seolah-olah bahwa situasi ekonomi di pemerintahan Pak Prabowo ini mencekam sekali, saya pikir tidak demikian, kalau kita lihat ini kan kita harus berpantokannya by data, by fakta, jadi itu tidak seperti itulah," tandasnya.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: