Menanggapi kabar tersebut, Ketua KPK Firli Bahuri menegaskan, setiap pelaku pidana merupakan tindakan orang per orang.
“Pelaku pidana itu orang per orang, tidak terkait dengan status sosial yang bersangkutan. Tidak terkait dengan partai politik,†kata Firli kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (9/1).
Sebelumnya, melalui akun Twitter pribadinya, politikus Partai Demokrat Andi Arief menyebutkan bahwa Wahyu ditangkap bersama caleg dari partai dengan suara terbesar di pemilu, seolah menjurus ke PDIP yang menjad pemenang Pileg 2019.
“Miris saya mendengar kabar OTT komisioner KPU bersama caleg partai suara terbesar pemilu. Lebih miris lagi kabarya bersama dua staf Sekjen Partai tersebut. Sistemik?†cuitnya, Kamis (9/1).
BERITA TERKAIT: