Hal itu sontak diluruskan Kapolri bahwa tulisan yang disebarluaskan itu bohong atau
hoax.
“Tolong sampaikan ada beberapa
hoax yang mengatasnamakan saya, contohnya perintah Kapolri tembak di tempat meskipun itu cucu nabi, saya tidak mengatakan itu. Itu ada membuatnya di blog bukan di (media) mainstream,†kata Tito usai sertijab dan kenaikan pangkat perwira tinggi di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (2/4).
Hoax tersebut, sambung Tito, disebutnya memang sengaja ditujukan untuk mengadu dirinya dengan para ulama dan Habib.
Mantan Kapolda Metro Jaya ini menjelaskan, pada prinsipnya Polri dalam menangani gerakan massa akan menanganinya sesuai prosedur yang berlaku secara proporsional.
“Mulai dari ringan persuasif sampai kepada koersif upaya paksa sesuai aturan berlaku baik nasional maupun internasional,†pungkasnya.