Kepala Lapas Kota Banjarbaru, Abdul Azis menjelaskan gerakan kilat itu diisi dengan kegiatan-kegiatan keagamaan.
"Kegiatan ini terdiri dari Salat Dhuha dan kajian Agama Islam rutin yang digelar di Masjid Al Ikhlas Lembaga Permasyarakatan kelas III Banjarbaru," jelas Abdul melalui keterangan pers, Rabu (5/9).
Abdul menjelaskan ada 1.002 warga binaan yang mengikuti kegiatan yang sekaligus menjadi ajang silaturahmi Kalapas baru dengan warga binaan.
Menurutnya para warga binaan harus terus diingatkan untuk selalu mendekatkan diri kepada sang pencipta. Tujuannya saat kembali ke masyarakat, para warga binaan memiliki jiwa berahlak mulia dan diharapkan bisa berkontribusi positif dalam masyarakat.
"Kegiatan keagamaan berupa kajian Islam dan Salat Dhuha berjamaah juga dilakukan oleh para petugas lapas untuk membentengi diri dari perbuatan korupsi, penggunaan narkoba dan perbuatan negatif lainnya," tambahnya.
Tak hanya kegiatan keagamaan, Lapas Banjarbaru juga melakukan terobosan baru. Utamanya terkait kebijakan waktu besuk atau kunjungan para kerabat dari warga binaan. Jam besuk dilakukan dua kali dalam sehari, yaitu pukul 09.00-12.00 WITA dan pukul 14.00-16.00 WITA.
Terobosan kebijakan tersebut menurut dia untuk memberikan kemudahan bagi keluarga yang jauh tempat tinggalnya dari Lapas.
"Sehingga mereka tidak perlu lagi harus berangkat malam hari bila ingin menjenguk keluarga mereka dilapas ini di pagi hari," pungkas Abdul. [nes]
BERITA TERKAIT: