Keinginan Presiden Joko Widodo agar pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) bersih dari praktik korupsi terwujud dalam mekanisme pembelian alutsista itu sendiri. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, Presiden menÂegaskan, pola kerja sama pengadaan alutsista tidak lagi business to business (B to B) atau antarperuÂsahaan seperti dahulu. Melainkan menggunakan pola
government to government (Gto G) atau antarpeÂmerintah.
"Penekanannya, dilaksanakan seÂcara Gto G. Tidak boleh lagi menggunakan broker, middle man. Harus langsung Gto G," tutur Pramono.
Selain menggunakan mekanisme Gto G, Presiden Jokowi juga menginstruksikan agar pengadaan alutsista juga menggunakan pola imbal dagang. Contohnya, Indonesia mendapat pesawat dari negara tertentu. Kemudian, Indonesia memÂbayarnya dengan komoditas. Pola ini didasarkan pada negosiasi kedua negara.
"KERENJIWAAAAAA!!!!!!!! Otaknya Pak @jokowi bekerja tiada hentinya. Hanya kerja kerja kerja, gak pedulikan mereka yg mencela. BRAVO Pakdhe!!," kata akun @ AmbarwatiRexy.
"Nahh ini solusi cerdas anggaran pertahanan sedikit..cara gini lebih oke walaupun nggak nilai jual koÂmoditas yg dibarter turun dikit," kata akun @didi_vai.
"Mantabs nga apa-apa yg penting jelas peruntukan nya dr pd uang nya ntar di korupsi sm dpr," kata akun @ Sudarmono1966.
"Beruntung kami masih lakukan barter. Tembakau dan tembakau atau kopi dan lainnya, tak selalu uang. Uang bisa putuskan persahabatan," kata akun @nahar_gostu.
"Cakep nih, daripada utang mendingan begini nih," puji akun @ udahan.
"Setuju sekali barter daripada ngutang... selain dpt insprastruktur untuk pertahanan juga secara tidak langsung meningkatkan ekspor..," dukung akun @mangodjo.
Rencana Indonesia mendatangkan pesawat tempur kelas berat Sukhoi SU-35 dari Rusia tinggal selangkah lagi. Hal ini terjadi setelah skema imbal beli antar kedua pihak yang terlibat dalam transaksi disepakati.
Kesepakatan imbal beli 11 unit pesawat generasi 4++ dengan komoditas kopi, karet, dan kelapa sawit tersebut dituangkan dalam bentuk penandatanÂganan nota kesepahaman (
memoranÂdum of understanding / MoU) antara perusahaan Rusia, Rostec, dengan BUMN Indonesia, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).
Berdasarkan keterangan Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebelumnya, nilai imbal beli mencapai USD570 juta. Adapun nilai pengadaan 8 unit pesawat tempur Sukhoi SU-35 senilai USD1,14 miliar. "Imbal beli di bawah supervisi kedua pemerintah ini diharapkan dapat segera direalisasi melalui pertukaran 11 Sukhoi SU-35 dengan sejumlah produk ekspor Indonesia mulai dari kopi dan teh hingga minyak kelapa sawit dan produk-produk industri strategis pertahanan," ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.
Untuk mendukung rencana terseÂbut, Kemendag telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 44/M-DAG/PER/6/ 2016 tentang Ketentuan Imbal Beli untuk Pengadaan Barang Pemerintah asal Impor sebagai landasan hukum untuk instrumen tersebut. Skema imbal beli merupakan suatu cara pembayaran barang yang mewajibkan pemasok luar negeri untuk membeli dan atau memasarkan barang tertentu dari Indonesia sebagai pembayaran atas seluruh atau nilai sebagian barang dari pemasok luar negeri.
Selain imbal beli, instrumen lain yang bisa dipergunakan oleh pemerÂintah antara lain adalah barter atau pertukaran barang dengan barang lain, pembelian kembali dan offset atau pembelian barang di mana peÂmasok luar negeri menyetujui untuk melakukan investasi kerja sama produksi dan alih teknologi.
Skema imbal beli tersebut wajib dilaksanakan pada program pengadaan barang asal impor seperti oleh kementerian/ lembaga, Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah, lembaga pemerintah nondepartemen yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Proses pembelian Sukhoi SU-35 untuk menggantikan F-5 Tiger yang sudah uzur melewati jalan panjang.
Kondisi ini terjadi karena pembeÂlian pesawat canggih tersebut terbenÂtur Undang-Undang No 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan yang salah satunya mengharuskan adanya
transfer of technology (ToT) dalam transaksi alutsista. Setelah melalui diskusi panjang, akhirnya disepakati mekanisme imbal beli.
"Kita dapat pesawat, petani kopi dan teh dapat pembeli yg pasti," kata akun @frans_priyo. "Ayo pak Presiden, beri kami semangat hidup !!!.," samÂbung akun @Al_Ihsan_Lubis.
"Bagus dong kopi dpt sukhoi... Ayooo ngopi lg biar jernih otak lo," kicau akun @ngothot. "Masih meremehkan pahitnya kopi dan sepetnya teh?? Lewati Sukhoi duwur omah, ambyaaar gendéngmu..!!" cuit akun @jogjasukakamu. "Barter Jet pake Kopi..Betapa kaya dan suburnya Negeriku," ujar akun @ Hera_Loebs. ***
BERITA TERKAIT: