"Kan sedang kami dalami, karena konten pertama keluar dari Amerika di anonymus itu. Itu yang agak kesulitan. Kami sedang lakukan penyelidikan," kata Iriawan di Polda Metro Jaya, Kamis (8/6).
Menurut Iriawan, tidak mudah dalam melacak penyebar yang aktif di luar negeri. Mengingat, hal itu membutuhkan koordinasi dengan aparat setempat.
"Ya itu kan dari luar. Kami nggak gampang. Kalau di dalam (negeri) enak, kami bisa langsung. Kalau luar kan kami mesti koordinasi dengan mereka. Ini mesti koordinasi dengan pemerintah setempat. Tak segampang itu. Yang jelas kami lakukan terus," tegasnya.
Selain berupaya melalukan koordinasi dengan aparat setempat, pihaknya juga telah menyiapkan beberapa ahli untuk melacak pelaku penyebar pertama disitus itu.
"Kalau ahli yang terkait konten itu, ada beberapa ahli telematika dan IT yang ada. Ada enam ahli yang kita siapkan," demikian Kapolda.
[san]
BERITA TERKAIT: