Pemuda Lintas Organisasi Minta Kasus Antasari Diusut Tuntas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 02 Februari 2017, 12:59 WIB
Pemuda Lintas Organisasi Minta Kasus Antasari Diusut Tuntas
rmol news logo Sejumlah pemuda lintas organisasi, partai dan profesi berkumpul dalam acara Rembug Pemuda Untuk Politik Arif (Redopolar) di Jakarta kemarin.

Mereka adalah Baroto Isman (Ketua umum Generasi Muda Kosgoro), Kanti W. Janis (Litbang PDIP), Ivanhoe Semen (Ketua DPP Garda Nasdem), Ardhi Mahardhika Wiraatmadja (Ketua Ikatan Keluarga Wiraatmadja-paguyuban Sunda), Ricky Soerapoetra (penggiat maritim), Andi Ramadhan Nai (Sekjen Sapma Hanura), Irwan Tongari Sianturi (Ketua Perhimpunan Batak Kristen Indonesia), Ricky Mulani (Ketua Gerakan Muda Koperasi) dan Billy Bismarak (Direktur Program Yayasan Civismo).

Dalam rembug yang dimoderatori Dea Pranathania, penyiar radio dan pembawa berita tersebut, mereka mendukung Kapolda Metro Jaya menuntaskan kasus pembunuhan bos PT Putra Rajawali Banjaran, yang melibatkan Antasari Azhar.

"Kami sebagai generasi penerus menolak warisan konflik. Saat giliran kami, kami tidak mau berkutat dengan kasus-kasus lama. Kenapa kami memilih kasus Pak Antasari, karena saat ini semua pihak yang terlibat masih ada, maka kami minta mereka yang menyelesaikannya. Biarkan kami di masa depan memulai tradisi berpolitik baru yang arif, beretika dan sehat," jelas Kanti W. Janis.

Sementara Andi Ramadhan Nai mengungkapkan bahwa baru kali ini grasi diberikan kepada warga negara Indonesia. Sebelum-sebelumnya grasi diberikan kepada orang asing. Misalnya ratu ekstasi dari Australia, Schapelle Corby. "Dan ini menjadi catatan menarik," ungkapnya.

Pada tempat yang sama, Ivanhoe Semen menambahkan proses hukum Antasari yang berbau politik itu harus ditangani lebih fokus supaya tidak mengorbankan yang tidak bersalah. "Hukum harus menjadi panglima," tegasnya.

Tuntutan mereka tersebut, ujar Ardhi Mahardhika Wiraatmadja, sejalan dengan ajaran leluhur pada kitab Sangiyang Siksa Kandam.

"Apapun hal yang patut diketahui, harus diketahui. Bila ada yang menyatakan tidak perlu tahu, itulah yang tidak akan setia kepada keahlian dirinya. Leluhur pasti marah jika keahlian tidak dimanfaatkan, bila kewajiban tidak dimanfaatkan," tandasnya.

Koordinator Rembug Baroto Isman penegakan hukum tersebut jangan disangkutpautkan dengan politik demi tegaknya kebenaran.

"Kami (generasi penerus) ingin bekerja membangun bangsa dengan tidak dibebani persoalan warisan yang kental dengan nuansa konflik kepentingan. Kami berhak melangkah tanpa beban konflik politik yang tidak berkesudahan, supaya bisa membangun tradisi damai, santun, berbudaya, arif dan berkeadilan," tutupnya.

Sebelumnya pihak Kepolisian menyatakan laporan mantan Ketua KPK Antasari Azhar soal SMS dari ponselnya kepada Nasrudin Zulkarnaen masih terbuka untuk diusut. Namun sejauh ini pihaknya tak memiliki cukup bukti untuk mengusut laporan Antasari. Karena Antasari baru menyertakan satu bundel fotokopian yang tidak disebutkan isinya.

"Yang terpenting kami masih menunggu ada tambahan barang bukti dari pelapor. Kami masih menunggu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA