
Sri Mulyani selaku Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mengaku kecewa dengan data-data dari Bank Indonesia (BI) terkait pengucuran dana Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) Bank Century dan penetapannya sebagai bank gagal berdampak sistemik.
Kekecewaan itu disampaikannya saat bersaksi dalam sidang lanjutan Terdakwa Budi Mulya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (2/5).
"Saya kecewa dengan data BI. Tetapi, sebagai Menteri Keuangan, saya bertanggung jawab atas perekonomian di Indonesia," terang dia.
Sri Mulyani bilang, dia juga kaget dengan angka penyelamatan Bank Century awalnya cuma Rp 632 miliar, yang meningkat menjadi Rp2,6 triliun gara-gara ada surat-surat berharga (ssb) yang dimacetkan.
"Saya kaget Rp 632 miliar jadi Rp2,6 triliun. CAR 3,2 persen jadi minus 35,92 persen," tambah dia.
[rus]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: