Tetapi, kunjungan Airin yang kali ini berbeda. Ketika keluar dari pintu Rutan, wajah perempuan rupawan yang mengenakan busana putih itu terlihat agak sembap, seperti menangis. Sambil tertunduk, dia berusaha menghindari wartawan.
Terlihat ada air mata di pipinya, politisi muda itu coba menutupi wajahnya yang sembap dengan secarik tisu. Hujanan pertanyaan yang dilontarkan wartawan sama sekali tak diindahkannya. Baru kali ini Airin terlihat menangis di depan wartawan.
Didampingi sejumlah orang yang mungkin saja staf dan ajudannya, Airin lalu keluar melalui pintu belakang kantor KPK.
Suaminya, Wawan, dijerat kasus berlapis oleh KPK. Selain tersangka di pengurusan sengketa Pemilihan Kepala Daerah Lebak, Banten, juga jadi tersangka di proyek pengadaan alat kesehatan Tangerang Selatan dan proyek alat kesehatan Banten.
Terakhir, Wawan disangka melakukan tindak pidana pencucian uang sehingga belasan mobilnya, termasuk beberapa mobil sangat mewah, disita KPK.
[ald]
BERITA TERKAIT: