"Yang penting gini. Saya minta rakyat Indonesia (untuk) minta tolong kepada pimpinan KPK dan pimpinan LPSK, lindungi saya, dan anak-anak saya. Karena saya diancam luar biasa," terang Nazaruddin sebelum meninggalkan kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (15/11) malam.
Kendati diancam, Nazaruddin tak akan berhenti mengungkap praktik-praktik kotor pihak-pihak yang terlibat dalam korupsi proyek.
"Tapi sudah itikad saya.
Lillahi ta'ala saya akan cerita apa adanya. Siapapun saya tidak mau tahu. Karenanya, siapapun yang terlibat akan saya jelaskan (secara) detail," terang Nazaruddin.
Kendati begitu, saat ditanya mengenai dugaan keterlibatan Sekjen DPP Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono, dalam perkara dugaan korupsi Hambalang, Nazaruddin cuma senyam-senyum sambil berusaha masuk mobil tahanan KPK. "Satu-satu dulu. E-KTP nanti. E-KTP kita tunggu sebentar lagi kan," dalih Nazar sebelum masuk mobil tahanan.
[zul]
BERITA TERKAIT: