Hal itu disampaikan anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ahmad Yani, di gedung DPR, Jakarta, Kamis (10/10). Yani menegaskan indikasi itu menguat setelah hasil laboratorium Badan Narkotika Nasional (BNN) tak menemukan bukti penggunaan narkoba pada urine dan rambut Akil. Kesaksian para staf Akil di MK juga tidak mengarahkan ke fakta Akil sebagai pengguna narkoba.
"Gerakan intelijen bisa juga terjadi. Tapi, saya tidak menyebut ini intelijen negara, bisa saja intelijen swasta. Ini konspirasi, kan sudah biasa kalau ada mobil digeledah tiba-tiba ditemukan narkotika," ucap Yani enteng.
Konspirasi itu diduga tidak hanya untuk menghancurkan Akil Mochtar secara pribadi, tapi juga untuk menghancurkan wibawa lembaga MK yang selama ini dipimpinnya.
"Seperti ingin menghancurkan MK. Bukan hanya Akil, tapi lembaga secara keseluruhan. Karena selama ini MK seperti Tuhan, selain KPK," ujar Yani.
Dia meminta KPK menjelaskan asal muasal narkotika saat penggeledahan ruang kerja Akil Mochtar. Apalagi, tidak ada satu pun petugas di MK yang melihat keberadaan narkoba itu di tempat awal ketika penggeledahan dilakukan. Mereka hanya ditunjukkan ketika empat linting ganja dan dua pil mengandung sabu itu teletak di atas meja.
[ald]
BERITA TERKAIT: