Muncul banyak dugaan di balik misteri temuan narkoba di ruangan Akil, yang bisa menjadi bumerang bagi KPK maupun BNN karena ini bisa menyinggung indikasi konspirasi untuk lebih menjatuhkan kredibilitas Akil atau mungkin saja ada persaingan tak sehat antara petugas di KPK dan BNN. Dari kesaksian para staf MK tak ditemukan bukti kuat bahwa narkotika itu milik Akil. Ditambah lagi, hasil pemeriksaan laboratorium BNN yang menegaskan Akil negatif narkoba.
Ketika
Rakyat Merdeka Online menanyakan perihal misteri narkoba ini kepada anggota Komisi Hukum DPR, Martin Hutabarat, petinggi Partai Gerindra ini menyarangka KPK untuk menanyakan kembali ke Akil apakah benar dia menyimpan narkoba di laci mejanya.
"Andaikata tidak diakui oleh Akil bahwa dia pemiliknya, tentu kemungkinan lain adalah bahwa ada orang dari internal MK yang sengaja meletakkannya di sana. Tapi ini kecil kemungkinannya melihat tidak sembarang orang bisa masuk ke kamar kerja Ketua MK," kata Martin beberapa saat lalu (Kamis, 10/10).
Tapi tak menutup kemungkinan lain, Martin tegaskan, bahwa ada penyidik KPK yang sengaja meletakkannya di atas meja Akil. Namun, kemungkinan ini juga rasanya tak logis.
"Motifnya apa penyidik KPK menaruh di sana? Sebab, dengan tertangkap tangannya Akil menerima uang di rumahnya, dan dikaitkan dengan UU TPPU, ancaman hukumannya sudah lebih 10 tahun. Meskipun para penyidik KPK, sebagian besar orangnya berasal dari Polri, tapi ini kan penyidik Polri yang berbeda, yang sudah terseleksi dengan baik," terangnya.
Melihat berbagai kemungkinan tadi, Martin berpendapat, tindakan BNN yang akan memeriksa DNA dan air liur Akil untuk memastikan bahwa Akil benar-benar negatif dari penggunaan narkoba sudah tepat. Ia menduga akan ada kejutan dari hasil pemeriksaan kedua nanti.
"Namun, andaikata hasilnya menunjukkan Akil benar-benar negatif, maka pengusutan lanjutan tetap perlu dilakukan. Tapi sudah bukan pada BNN lagi, akan berpindah pada Mabes Polri untuk mengusut dari mana ada ganja dan pil narkoba di sana," tandasnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: