Dari sisi kapasitas dan pengalaman, mantan Ketua MK itu tak bisa dibantah kualifikasinya. Demikian juga dengan moral standing Mahfud yang tak diragukan lagi. Masalahnya, kata Hikam, Mahfud adalah politisi yang kini sedang mencalonkan diri sebagai capres/cawapres.
"Keberadaan MMD (Mahfud MD) justru akan menciptakan spekulasi apakah ada konflik kepentingan dan kemungkinan politisasi dari dirinya," tulis Hikam di akun Facebook pribadinya, Jumat (4/9).
Dikatakan doktor politik lulusan Hawai University itu, Majelis Kehormatan MK dibentuk untuk menangani kasus yang berprofil tinggi (high profile case), yang akan disaksikan oleh seluruh bangsa dan internasional. Majelis yang dibentuk hari ini harus 'beyond politics', sehingga sekecil apapun hadirnya orang politik akan mencemarinya.
"Kalau memang diperlukan seorang mantan Ketua MK yang independen dari politik, saya kira Prof. Jimly Asshiddiqie akan lebih tepat. Atau cari saja Hakim Agung dari MK atau figur senior dari KY," kata Hikam.
"MMD pun mestinya menolak penunjukan ini. Bukan malah mengkapitalisasinya," katanya lagi.
[dem]
BERITA TERKAIT: