"Saya tidak menemui siapapun kecuali bersama-sama. Meskipun saya informal pakai jaket saya didampingi kepala lapas oleh lima staf lain," ujarnya usai menjalani pemeriksaan oleh Badan Kehormatan di gedung DPR, Jakarta, Rabu (18/9).
Dia menambahkan, saat berkunjung ke Lapas Sukamiskin pada 1 Juni 2013 lalu, dirinya juga menemui beberapa warga binaan dengan kondisi pintu sel terbuka.
"Itu ruangannya dibuka, dan saya menerima 13 sampai 15 warga binaan yang di sana," beber politisi Partai Golkar itu.
Priyo memastikan, kunjungan ke Lapas Sukamiskin hanya dalam rangka memberi dukungan kepada warga binaan sebagai bentuk rasa kemanusiaan pada peringatan Hari Pancasila.
"Saya kira meskipun taruhlah kita tidak menyetujui tapi kan masih harus ada sisi kemanusian tetap harus dikedepankan," tegasnya.
Sebelumnya nama Priyo Budi Santoso sempat muncul dalam pembacaan nota dakwaan kasus dugaan korupsi pengadaan Al Quran di Kementerian Agama dengan terdakwa Zulkarnaen Djabar dan anaknya, Dendy Prasetya. Dalam catatan Fahd, yang menjadi salah satu saksi di persidangan kasus ini, Priyo diduga ikut menerima imbalan sebesar satu persen dalam proyek tersebut.
[dem]
BERITA TERKAIT: